Bertahan Satu Dekade jadi Pengungsi Bersama 11 Anak

"Semangat kami turun tahun ini. Ramadan ada di sini dan kami tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk anak-anak.”

Istri Khaled tengah mempersiapkan makanan alakadarnya untuk ke-11 anaknya. (Reuters)
Ilustrasi. Pengungsi Suriah di Idlib menerima bantuan pangan. (ACTNews)

ACTNews, BEKAA – Hussein al-Khaled (50) dan keluarganya, merupakan pengungsi Suriah yang telah tinggal di gubuk pengungsian di Lebanon selama satu dekade. Kehidupan mereka yang sudah sulit semakin diperparah dengan merebaknya Covid-19 dan keruntuhan ekonomi yang menimpa Lebanon.

Khaled, istri, dan 11 anaknya, harus bersempit-sempitan dan berbagi ruang dalam gubuk dua kamarnya, yang terbuat dari kayu dan terpal di kamp pengungsian di sebuah lapangan di Kota Bar Elias di Lembah Bekaa. Khaled yang sudah tidak memiliki pekerjaan ini, sekarang hanya mampu bergantung pada sumbangan dermawan untuk membiayai hidup keluarganya.

"Semangat kami turun tahun ini. Ramadan ada di sini dan kami tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk anak-anak," ujar Khaled, yang sudah jadi pengangguran selama enam bulan terakhir, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/4/2021).

Hal ini pun diperparah dengan krisis keuangan Lebanon, dan membuat harga bahan-bahan pokok melonjak. "Semuanya 10 kali lebih mahal, seperti nasi, roti, bahkan sekaleng minuman. Segalanya sangat sulit, bagi kami dan rakyat negeri ini," kata Khaled.

Istri dari Khaled, yang biasa dipanggil Um Ahmad yang berarti ibu dari Ahmad, mengatakan, tidak seperti Ramadan di beberapa tahun sebelumnya, keluarganya kini sudah tidak mampu lagi untuk sekadar membeli minyak guna menggoreng kentang sebagai santapan berbuka puasa.


Istri Khaled tengah mempersiapkan makanan ala kadarnya untuk ke-11 anaknya. (Reuters)

Keceriaan Ramadan seakan sudah tidak dapat mereka rasakan lagi. "Saya tidak pernah menyangka ini. Masa depan anak-anak saya hilang. Mereka bertanya padaku tentang banyak hal. 'Baba kenapa kamu tidak memberikan ini padaku?' Bagaimana saya bisa membeli barang untuk mereka? " ujar istri Khaled.

Diketahui, keluarga Khaled merupakan salah satu di antara 1,5 juta pengungsi Suriah yang telah membanjiri Lebanon sejak 2011 dan diperkirakan berjumlah hampir seperempat dari populasi negara tersebut. Sebagian besar para pengungsi, telah mendekam dalam kemiskinan yang parah dalam kehidupan mereka.[]