Bertambah, 119 Warga Palestina Meninggal Akibat Serangan Zionis

Serangan zionis Israel terus memakan korban. Jumat pukul 09.30 waktu Gaza, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan korban jiwa mencapai 119 dan 830 orang luka-luka.

rebut kembali palestina
Warga Palestina mengangkat korban akibat serangan Isarel. (Abdel Kareem Hana/AP)

ACTNews, GAZA — Israel terus membombardir jalur Gaza. Per Jumat (14/5/2021) pukul 09.30 waktu Gaza Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan jumlah martir menjadi 119 orang, 31 di antaranya anak-anak dan 19 wanita. Sebelumnya pada Kamis malam jumlah korban jiwa 109 orang. 

Selain korban jiwa, lebih dari 830 orang luka-luka akibat serangan Israel Senin (10/5/2021). Untuk menghindari serangan Israel, ratusan keluarga Palestina mengungsi ke sekolah-sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa di Gaza Utara. 

Selain udara, Israel juga menyerang menggunakan pasukan artileri dan tank. Pasukan-pasukan israel bersenjata lengkap mengepung wilayah Gaza dan orang-orang Palestina di dalamnya. 

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response Aksi cepat Tanggap mengatakan, tank-tank Israel mulai menyerang perbatasan selatan Gaza, Rafah di bombardir dengan bom dari udara menghancurkan puluhan rumah, dan menghalangi ambulans untuk bisa sampai kepada warga yang terluka.

Tim GHR ACT juga melaporkan, serangan di wilayah pertanian di Jabalia juga membuat tiga orang syahid. Israel juga mengebom sebuah truk pengangkut hasil panen yang dikendarai petani di Beit Lahia. Sementara itu di Beit Hanoun tampak jalan-jalan rusak parah akibat serangan Israel. 

"Kota-kota Israel yang ada orang Palestina, seperti Lod, Haifa, Jafa sedang di serang habis-habisan oleh militer dan polisi Israel juga mobs dari warga Israel sendiri, " ujar Faradiba, Jumat (14/5/2021).

Sementara itu, Tim Aksi Cepat Tanggap di Gaza melaporkan Israel menyerang melalui udara dan menargetkan seluruh tempat di Gaza. Jumat dini hari ledakan rudal juga terdengar menghantam wilayah Gaza.

“Lebih dari 100 rudal besar dilemparkan di jalur Gaza. Suara pemboman tidak dapat dijelaskan, juga tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan orang-orang dan anak-anak yang ketakutan,” lapor tim ACT Gaza Hadel Aljadili, Jumat (14/5/2021).[]