Bertemankan Sepeda Tua, Nasriah Gigih Berkeliling Mengais Rezeki

Nasriah (40) setiap harinya berkeliling Kota Banjarmasin. Jamu, pentol, hingga tahu ia jajakan untuk memenuhi kebutuhan harian.

Bantuan modal usaha di Banjarmasin untuk Nasriah.
Nasriah (40) bersama sepedanya. (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN – Sepeda tua jadi teman Nasriah (40) berkeliling di Kota Banjarmasin. Tujuh jam per hari ia habiskan dengan mengayuh sepedanya. Dini hari ia sudah bergegas menggiling daging untuk bahan dagangan pentolnya, serta membeli bahan-bahan jamu yang telah habis.

Nasriah sudah melakoni ini sejak muda, bahkan sebelum menikah. Sebelum ditemani sepedanya, ia berjalan kaki, berkeliling menggendong jamu-jamu tersebut. Jalan Ahmad Yani hingga Jalan Pramuka, Banjarmasin menjadi tempat ia biasa berkeliling.

“Dari hasil jualan tersebut ia memenuhi kebutuhan keluarga. Bahkan pernah sehari Ibu Nasriah hanya mendapatkan Rp70 ribu dari hasil jualannya, padahal saat itu selain jamu ia juga membawa pentol dan tahu. Namun semua ia syukuri, sampai si sulung sekarang sudah hampir lulus SMA, sedangkan yang bungsu  masih duduk di kelas 1 SMP,” ujar Rizky dari Tim Program Global Wakaf – ACT Kalimantan Selatan pada Selasa (19/1/2021).


Senyum Nasriah ketika menerima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia dari Global Wakaf - ACT. (ACTNews)

Meskipun kesulitan modal dalam menjalankan usahanya, Nasriah belum terpikir untuk mengandalkan rentenir. Ia melihat bagaimana tetangga-tetangganya kesulitan karena dikejar rentenir setiap hari. Untuk itu Global Wakaf – ACT membantu kesulitan Nasriah melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (WMUMI) untuknya.

“Setelah menerima bantuan WMUMI, Ibu Nasriah berencana memperbaiki rombong (stan)nya yang mulai lapuk, juga membeli stok bahan baku jamu seperti jahe karena sekarang lebih mahal dan sulit dicari. Serta membeli jamu-jamu bungkusan yang biasa dibeli pelanggan,” jelas Rizky.


Selain bantuan untuk Nasriah, Global Wakaf – ACT juga saat ini tengah berikhtiar menghidupkan kembali para pelaku usaha mikro di Kalimantan Selatan. “Semenjak banjir melanda, tentunya banyak pelaku usaha yang terpaksa merugi bahkan berhenti sama sekali. Komitmen kami adalah untuk memulihkan kembali usaha yang terdampak. Oleh karenanya kami juga mengajak para dermawan untuk mewujudkan ikhtiar ini melalui wakaf terbaik,” ujar Rizki.

Wakaf Modal UMI juga menjadi salah satu hulu dari Gerakan Sedekah Pangan Nasional dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkolaborasi dengan Global Wakaf. Melalui gerakan ini, harapannya dapat membangkitkan kedaulatan pangan di masyarakat mulai dari hulu, yakni para produsen, hingga di hilirnya untuk membantu para penerima manfaat yang membutuhkan. []