Berwakaf Saham, Geevv Tunjukkan Komitmen Filantropi

Berwakaf Saham, Geevv Tunjukkan Komitmen Filantropi

Berwakaf Saham, Geevv Tunjukkan Komitmen Filantropi' photo

ACTNews, JAKARTA - Muda dan berprestasi, tentu sudah banyak ditemukan pada diri generasi milenial saat ini. Lalu, bagaimana jika mereka tidak hanya muda dan berprestasi, namun juga inovatif, serta memiliki jiwa kepedulian yang tinggi? Hal ini yang ditunjukkan oleh Azka A. Silmi (21) dan Andika Deni Prasetya (20), pendiri startup lokal bernama Geevv.

Geevv merupakan startup teknologi pertama di Indonesia yang menyediakan mesin pencari berbasis donasi sosial (social search engine). “Giving While Searching” adalah keunikan yang Geevv tawarkan bagi para pengguna internet. Dengan menggunakan Geevv sebagai mesin pencari ketika berselancar di dunia maya, para pengguna internet secara langsung berdonasi yang nantinya akan disalurkan untuk program-program sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Tidak tanggung-tanggung, jumlah donasi yang disalurkan oleh Geevv bisa terbilang besar, yakni 80% total profit yang dihasilkan dari iklan yang terpasang di situs mereka. “Untuk menyalurkan donasi tersebut juga kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga yang fokus pada pembangunan sosial, salah satunya dengan ACT,” jelas Azka, pendiri Geevv sekaligus mahasiswi tingkat akhir jurusan Administrasi Fiskal, Universitas Indonesia.

Sejak November 2016, Geevv telah bersinergi dengan ACT dalam menggerakkan program-program pembangunan sosial yang ditujukan bagi masyarakat pra sejahtera. Komitmen Geevv untuk membagun negeri melalui tiga pilar filantropi yang menjadi fokus utama―ekonomi, pendidikan, dan kesehatan―kian solid. Tak cukup dengan menyalurkan donasi, kini startup yang berusia belum genap setahun ini juga memperkuat komitmen filantropi mereka melalui wakaf saham.

Geevv secara resmi mewakafkan 10% saham mereka melalui Global Wakaf Foundation-Aksi Cepat Tanggap pada Senin (13/3). Dengan mewakafkan 10% saham yang ada, Geevv menyerahkan 10% perolehan dividen saham mereka (dalam hal ini wakif) kepada nazhir (Global Wakaf) agar dikelola dan dioptimalkan manfaatnya melalui program pengembangan sosial, khususnya di bidang ekonomi, kesehatan, dan pendidikan.

Diakui Azka, wakaf memiliki daya tarik tersendiri dalam konteks filantropi. Selama berdirinya Geevv, ia bersama timnya berupaya untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan kesejahteraan sosial di Indonesia dengan fokus di tiga pilar utama tersebut.

“Lalu kami berpikir, selain melakukan upaya yang sudah ada, kami harus meningkatkan usaha di sisi mana lagi agar dampaknya signifikan? Oh, ternyata ada yang namanya wakaf, yang mana kontribusinya pada masyarakat tidak hanya bersifat berkelanjutan, namun juga abadi (dalam konteks keakhiratan -red). Ini yang sangat menarik,” ungkap gadis yang menaruh perhatian penuh pada masalah kesejahteraan sosial ini.

Wakaf juga memotivasi Azka dan timnya untuk terus berjuang dalam menopang bisnis sosial yang mereka jalankan. “Karena, kan, saham itu ada jika bisnis kami berjalan dengan baik. Agar saham tetap terus ada dan bisa diwakafkan, tentu kami harus meningkatkan kinerja perusahaan dari berbagai sisi. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami untuk terus berkarya,” ujarnya.

Imam Akbari selaku Presiden Global Wakaf Foundation mengapresiasi manuver para sociopreneur muda tersebut dalam meluaskan gerakan filantropi. Menurutnya, sebagai lembaga nazhir wakaf yang tergolong masih muda di Indonesia, Global Wakaf memiliki misi agar wakaf melekat di seluruh sendi kehidupan masyarakat, entrepreneur muda yang memiliki jiwa kepedulian tinggi.

Selama ini jarang masyarakat Indonesia, yang mayoritas adalah muslim, mengetahui wakaf secara mendetail, sehingga muncul kesan bahwa wakaf adalah sesuatu yang “berat”. Padahal, kalau dipahami lebih jauh lagi, wakaf memiliki sifat yang produktif.

“Pokok harta wakaf ditahan, namun hasilnya selalu bertambah secara bergelombang untuk maslahat publik. Contoh nyatanya adalah wakaf sumur yang dilakukan oleh para sahabat nabi yang masih memberikan manfaatnya hingga saat ini. Inilah yang ingin kami edukasikan pada masyarakat luas. Dalam Islam sendiri, wakaf menduduki puncak filantropi, disusul oleh zakat dan sedekah,” papar Imam.

Oleh karena itulah, imbuh Imam, kemitraan dengan Geevv menjadi jalan untuk memperluas edukasi wakaf, khususnya kepada generasi milenial yang melek teknologi. “Saya yakin kerja sama dengan Geevv yang dikemas dengan sesuatu yang berbasis teknologi kekinian, bisa menjangkau lingkupan masyarakat seluas-luasnya hingga filantropi menjadi gerakan massif. Semoga wakaf saham ini membawa keberkahan bagi Geevv dan juga para penerima manfaat,” tutupnya. []

Bagikan