Besarnya Maslahat Sedekah dan Wakaf ketika Dioptimalkan Bersamaan

Sedekah dan wakaf dapat dioptimalkan secara bersamaan di saat sulit seperti ini. Sehingga di sisi lain sedekah akan membantu masyarakat secara langsung, sementara wakaf akan memberdayakan kehidupan mereka secara jangka panjang.

Reni berdiri di depan dagangannya, Kamis (28/5). Selama pandemi berlangsung, ia bertahan hidup dengan menjajakan masakan matang dari rumahnya. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Ketika Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi menyampaikan pedoman pelaksanaan Hari Raya Iduladha di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beberapa waktu lalu, selain menyuruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, tak lupa ia menyelipkan beberapa nasihat. Di antaranya, pentingnya umat Islam untuk berbagi di saat-saat sulit seperti ini.

“Selain membantu masyarakat dengan daging kurban, mari kita tingkatkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta kedermawanan dan kepedulian untuk menolong meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Terutama di tengah kondisi masyarakat yang banyak mengalami krisis akibat terdampak Covid-19,” ujar Fachrul pada Kamis (30/7) malam itu.

Sedekah serta wakaf dapat menjadi solusi dalam penyelamatan krisis seperti saat pandemi. Dan kedua instrumen ini mesti berjalan secara bersamaan, demikian menurut Ustaz Faris BQ.

“Jadi untuk jangka pendek kita berikan bantuan, dan untuk jangka panjang agar dia tidak bergantung kita berikan bimbingan, pendampingan, dan pinjaman lunak atau Qardh al-Hasan,” jelas Ustaz Faris, Jumat (21/8) lalu.


Buruh tani di Kecamatan Gung Kaler, Kabupaten Tangerang, kala memanen padi pada April lalu. (ACTNews/Gina Mardani)

Dalam mencapai solusi jangka pendek, dapat dilakukan melalui instrumen sedekah. Sehingga hasil kedermawanan itu, dapat langsung digunakan untuk konsumsi kebutuhan para penerima manfaat.

“Untuk solusi jangka pendek, sedekah ini adalah instrumen yang terbaik. Karena menunggu perputaran modal itu kan butuh waktu, butuh keterampilan, butuh pengajaran. Karena tidak bisa tiba-tiba kita latah-latahan membuat usaha, tapi tidak memahami itu,” ujar Ustaz Faris.

Di sisi lain, pemberdayaan masyarakat melalui wakaf, mesti tetap berjalan beriringan. Sebab nantinya, dana wakaf yang terus produktif ini yang akan menjaga kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kemudian bersamaan dengan itu, tetap berjalan wakaf agar dia punya modal usaha, agar dia punya kegiatan ekonomi berkelanjutan yang membuat penghasilan terus berjalan dan berkesinambungan di keluarganya. Apalagi kalau kita mendengar tentang jeratan-jeratan riba sekarang itu, baik orang meminjam karena untuk makan, atau meminjam untuk bayaran anaknya sekolah, atau meminjam karena usaha,” jelas Ustaz Faris.


Perlu kerja sama sesama umat Islam untuk menjalankan kedua solusi ini agar manfaat yang dihasilkan juga besar. Oleh karenanya Ustaz Faris berharap dengan adanya pandemi ini, umat Islam makin bersatu lagi walaupun kondisi dunia saat ini sedang dalam kesulitan.

“Semakin diuji, semakin baik. Semakin diuji semakin tinggi solidaritas. Semakin diuji semakin tinggi kepekaan sosial kita. Karena semangat itulah semangat beragama yang sesungguhnya. A ra'aitalladzii yukazzibu bid-diin. Fa dzaalikalladzii yaduul-yatiim. Wa laa yahuddu 'alaa ta'aamil-miskiin. Fa wailul lil-musalliin. Allah menyebutkan amalan-amalan taamuliyah (ibadah interaktif) tentang membantu anak yatim, tentang membantu fakir miskin, lebih dahulu daripada amal syaairiyah, ibadah-ibadah syiar dalam Islam seperti salat dan ibadah-ibadah mahdah lainnya. Wallahualam bisshowab,” jelasnya.

Sebab itu Ustaz Faris mengajak masyarakat untuk bersama menyalurkan harta terbaiknya. Seperti saat peluncuran program Wakaf Modal Usaha Mikro pada Rabu (19/8) lalu. Melalui program ini, akan membantu masyarakat pemilik usaha yang sedang diuji akibat dari adanya pandemi untuk memperoleh modal usaha tambahan. “Marilah kita sama-sama mendukung ini. Cara kita merawat bangsa ini, cara kita menunjukkan cinta ini. Kita memberikan keberkahan yang luar biasa, kita bergerak sama-sama dalam Wakaf Modal Usaha Mikro ini,” ajak Ustaz Faris. []