Betapa Dekatnya Palestina dengan Indonesia

Betapa Dekatnya Palestina dengan Indonesia

Betapa Dekatnya Palestina dengan Indonesia' photo

ACTNews, JAKARTA – "…Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu. Ketika anak-anak kecil di Gaza, belasan tahun umur mereka, menjawab taras baja dengan timpukan batu cuma…"

Puisi gugahan Taufik Ismail itu menjadi pembuka diskusi Sharing With the Master “Menyikapi Dominasi dan Penjajahan Yahudi di Palestina” bersama Adian Husaini di kantor Aksi Cepat Tanggap, Jakarta, Kamis (28/3) pagi. Pembahasan mengenai konflik Israel-Palestina semakin menjadi perhatian sejumlah kalangan bertepatan peringatan satu tahun aksi damai Great  March of Return pada 30 Maret 2019.

Great March of Return merupakan aksi damai para pengungsi Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza dengan Israel. Protes tersebut dilakukan setiap pekan pada hari Jumat.

Warga di sejumlah kota di Tanah Air pun menyampaikan empati yang sama. Aksi Cepat Tanggap mencatat, sejumlah aksi dukungan untuk Palestina juga dilakukan antara lain di Kota Lampung, Yogyakarta, dan Bandung.

Sebagaimana dikatakan Adian Husaini, ada dua aspek yang mendekatkan Indonesia dan Palestina, yaitu aspek teologis dan historis. “Dari segi kesejarahan, negara Palestina termasuk yang awal memberikan dukungan kemerdekaan Indonesia. Lalu kita (Indonesia) mempelopori Konferensi Asia Afrika,” jelas Adian. Ia menyebutkan, salah satu pembahasan dalam KAA adalah anti zionisme yang sejalan dengan upaya mendukung kemerdekaan Palestina. “Konstitusi kita pun mengatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tambahnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun terus memberikan bantuan bagi warga Palestina. Pada peringatan setahun Great March of Return, ACT hadir menyediakan bantuan pelayanan medis, mobile water tank, dan Dapur Umum Indonesia.

Presiden Aksi Cepat Tanggap Ahyudin mengatakan, kiriman bantuan untuk Palestina diharapkan mampu memperkuat hubungan psikologis umat di Indonesia dan Palestina, termasuk pemberangkatan bantuan Kapal Kemanusiaan Palestina pada April mendatang.

“Mengirimkan logistik bagi perjuangan Palestina itulah spirit program kita. Oleh karena itu, ACT menggagas program kapal kemanusiaan. Mudah-mudahan program KKP bisa dijalankan sereguler mungkin,” kata Ahyudin, Selasa (19/3).

Bagi ACT, memberangkatkan Kapal Kemanusiaan Palestina juga berarti memobilisasi kebaikan umat dengan massif tanpa terbentur jarak, sebagaimana disebut Taufik Ismail dalam kelanjutan sajaknya …Palestina, bagaimana bisa aku melupakanmu. Tanahku jauh, bila diukur kilometer, beribu-ribu. Tapi azan Masjidil Aqsha yang merdu. Serasa terdengar di telingaku. []

Bagikan