Biasakan Anak Berwakaf Lewat Warung Wakaf Al-Fath

Biasakan Anak Berwakaf Lewat Warung Wakaf Al-Fath

Biasakan Anak Berwakaf Lewat Warung Wakaf Al-Fath' photo

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Jauh dari Sumatera Selatan, Ilma menyebrang ke daerah perantauan, tepatnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath yang berlokasi di Desa Cikahuripan, Kabupaten Bogor. Hampir 3 tahun di ponpes yang menampung yatim dan prasejahtera itu, Ilma bekerja keras menimba ilmu agama, merasakan kehidupan sebagai santriwati. Kegiatan sehari-hari ia isi dengan niat beribadah kepada Allah sesuai dengan pesan Umi Hana Ketua Yayasan Al-Fath yang menaungi Ponpes Al-Fath.

“Umi Hana selalu mengajarkan kepada anak-anaknya untuk belajar infak, wakaf dan shadaqah melalui uang jajan sehingga kita tidak pernah mengambil uang kembaliannya dari apa yang kita beli. Contohnya dengan adanya Warung Wakaf di Yayasan Al-Fath ini sangat baik karena kita berbelanja sambil berwakaf di sini,” ungkap Ilma.

Warung Wakaf yang telah hadir di lingkungan Al-Fath sejak Jumat (18/1), menurut Ilma dapat menjadi instrumen bagi para santri untuk membiasakan diri beramal dengan berwakaf melalui Warung Wakaf. Apalagi sebagian besar keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan para santri yang membutuhkan di Ponpes Al-Fath.

“Dengan adanya Warung Wakaf ini mudah-mudahan bisa membantu anak-anak di sini dan santri juga paham kalau belanja di sini juga sambil berwakaf. Saya berharap tentunya Warung Wakaf semakin berkembang tidak hanya di pulau jawa saja tetapi juga di luar pulau jawa karena masih banyak yang membutuhkan terutama bagi anak-anak yatim dan dhuafa seperti yang Ilma,” ujar Ilma.

Ponpes Al-Fath memang menjadi salah satu pesantren di daerah Bogor yang menjadi ponpes bagi yatim dan anak dari keluarga prasejahtera. Berada di bawah naungan Yayasan Al-Fath, Ponpes Al-Fath berdiri pada tahun 2016. Pada awal berdirinya, ponpes ini menampung 20 santri dari anak-anak yatim dan duafa. Kemudian ponpes terus berkembang dengan dibukanya SMP IT untuk kalangan umum. Santri di ponpes sendiri berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jambi, dan daerah lainnya.

Hingga saat ini pihak yayasan tidak hanya mengelola ponpes tetapi juga aktif dalam mengadakan kegiatan pengajian bagi ibu-ibu sekitar ponpes, kegiatan pesantren kilat, tablig akbar dan majelis taklim. Pihak yayasan bertekad untuk terus membantu anak-anak yatim dan dhuafa dan yang membutuhkan. Tekad itu bersambut dengan hadirnya Warung Wakaf di Ponpes tersebut.

Umi Hana selaku Ketua Yayasan Al-Fath menyebutkan, sebagian besar keuntungan yang diperoleh dari Warung Wakaf akan digunakan untuk kebutuhan pokok santri sehari-hari dan membantu yang membutuhkan. “Nantinya kita juga gunakan untuk membangun asrama putra, menyantuni anak-anak yatim dan program sosial lainnya,” ucapnya.

Kehadiran Warung Wakaf di lingkungan Ponpes Al-Fath mendapatkan sambutan hangat tidak hanya dari keluarga besar Yayasan Al-Fath, tetapi juga datang dari masyarakat sekitar. Hana berharap, Warung Wakaf ini dapat berkembang di daerah lain membantu anak-anak yatim dan prasejahtera seperti di Ponpes Al-Fath.

“Semoga semakin bisa berkembang dan semakin banyak di tempat yang lain agar membantu seperti yang di sini untuk anak-anak santri dan dhuafa. Dan juga sebagai bentuk pengedukasian kepada masyarakat agar mereka juga sadar atau paham bahwa lebih baik berbelanja di Warung Wakaf karena tau tujuan Warung Wakaf ini kembali lagi untuk umatnya,” pungkas Hana. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan

Terpopuler