Bisakah Orang dengan Diabetes Melitus Sembuh Total?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap sekitar 442 juta orang mengidap penyakit diabetes melitus. Namun, acap kali orang bertanya bisakah penyakit ini disembuhkan total? Berikut jawaban salah satu tim Humanity Medical Services ACT dr. Rasy Risfhahani.

Bisakah Orang dengan Diabetes Melitus Sembuh Total?
Tim Humanity Medical Services ACT dr. Rasy Risfhahani. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA Penyakit diabetes melitus sering kali disebut sebagai kencing manis atau sakit gula. Penyakit ini biasanya dialami menahun secara kronis dengan gangguan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap sekitar 442 juta orang mengidap penyakit diabetes melitus, 3 dari 4 orang dengan dengan diabetes melitus tinggal di negara berkembang, dan 1,5 juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit ini. 

Berikut penjelasan dr. Rasy Risfhahani dari tim Humanity Medical Services ACT mengenai diabetes melitus:

Klasifikasi diabetes melitus

  1. Diabetes mellitus tipe 1
    Rasy menuturkan, pada diabetes melitus tipe 1 terjadi pada semua umur, namun sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Tipe ini disebabkan karena kondisi tubuh yang menghasilkan sedikit insulin (hormon yang berfungsi untuk mengendalikan gula darah) atau tidak menghasilkan insulin sama sekali.
  2. Diabetes melitus tipe 2
    Sementara, pada diabetes melitus tipe 2 lebih sering terjadi pada orang dewasa, yang mana disebabkan saat kondisi tubuh mengalami resisten terhadap insulin dan tidak sepenuhnya merespons insulin dengan baik, sehingga kadar glukosa darah terus meningkat.
  3. Diabetes melitus gestasional
    Berbeda dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2, diabetes melitus gestasional dapat terjadi pada ibu hamil dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Kondisi ini terjadi pada usia kehamilan berapa pun, namun lazimnya berlangsung pada trimester kedua dan ketiga.

Gejala dan faktor risiko diabetes melitus

Kepada ACTNews, Rasy menjelaskan, gejala yang dialami seseorang ketika mengidap diabetes melitus tipe 1 dan 2 adalah sama, yakni rasa haus yang berlebihan, mulut kering, sering buang air kecil, mudah lelah, penyembuhan luka yang lama, infeksi kulit yang berulang, penglihatan kabur, dan kesemutan atau mati rasa pada bagian tangan dan kaki.

Adapun faktor yang menyebabkan seseorang terkena diabetes melitus adalah riwayat keluarga diabetes, kondisi berat badan yang berlebih, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan kandungan kadar lemak yang tinggi (dislipidemia).

Bisakah diabetes melitus sembuh total?

  1. Rasy menegaskan, jika seseorang sudah terkena diabetes melitus maka tidak dapat sembuh total, namun dapat melakukan beberapa upaya pengendalian dalam menjalani kehidupan sehari-hari, diantaranya:
  2. Pengaturan pola makan, yakni pentingnya menyesuaikan keteraturan jadwal, jenis, dan jumlah kebutuhan kalori makan. Terutama saat seseorang sudah mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan insulin atau terapi insulin itu sendiri.
  3. Aktivitas fisik, yakni pentingnya berolahraga secara teratur selama tiga kali 30 menit tiap pekan dengan jeda antar latihan tidak lebih dari 2 hari berturut-turut. Olahraga yang dapat dilakukan dapat berupa berlari, jalan cepat, bersepeda, dan berenang.
  4. Rutin mengonsumsi obat-obatan dan memantau kadar gula darah secara berkala selama 6 bulan sekali.

Waspada komplikasi diabetes melitus

Rasy mengungkapkan, diabetes melitus dapat menyebabkan komplikasi yang serius terhadap semua organ di dalam tubuh yang mengakibatkan berbagai jenis penyakit, yakni strok, penyakit jantung, gangguan ginjal, kerusakan saraf, penurunan penglihatan, gangguan pencernaan, impotensi, gangguan pada kulit, dan peradangan jaringan lunak di sekitar gigi (gingivitis).[]