Blokade Suplai Makanan Ancam Gizi Anak Suriah

Blokade Suplai Makanan Ancam Gizi Anak Suriah

Blokade Suplai Makanan Ancam Gizi Anak Suriah' photo

ACTNews, AMMAN – Lebih dari 5,6 juta orang meninggalkan Suriah sejak 2011. Mereka mencari keamanan di Lebanon, Turki, Yordania, dan negara lainnya. Perang sipil membuat kehidupan di suriah tidak lagi nyaman. Jutaan orang itu mencari suaka ke berbagai negara dengan mimpi yang lebih baik.

Amman adalah ibu kota Yordania. Sebanyak 197,084 jiwa pengungsi Suriah berada di kota itu. Data ini dikeluarkan Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR) 13 Januari lalu.

Tinggal di negara suaka tidak membuat pengungsi Suriah segera hidup nyaman. Sebagaimana Oktober 2018 lalu, ribuan warga Suriah terdampar di perbatasan antara Yordania dan Suriah. Mereka kehabisan makanan karena jalan menuju kamp mereka ditutup oleh tentara Suriah dan Yordania, pengiriman bantuan makanan terblokir.

Kala itu, tentara Suriah telah memperketat pengepungan kamp di Rukban. Wilayah itu berada dekat perbatasan timur laut Yordania dengan Suriah dan Irak. Diberitakan Reuters, upaya itu dilakukan tentara Suriah untuk mencegah penyelundup dan pedagang mengirimkan makanan ke 50.000 penduduk yang kebanyakan wanita dan anak-anak.

Badan Dana Anak-anak PBB (UNICEF) memperingatkan, tanpa izin tegas pihak-pihak yang berkonflik untuk memfasilitasi akses bantuan makanan, kehidupan ribuan anak-anak di kamp terancam. Pengungsi anak-anak di Yordania mencapai 50,5 persen dari 671,551 jiwa. Sekitar 126 ribu jiwa tinggal di kamp.

"Situasi untuk sekitar 45.000 orang, di antara mereka banyak anak-anak–akan semakin memburuk,” ujar Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Geert Cappelaere. Menurut Cappelaere, keadaan itu akan semakin parah bila musim dingin tiba dan suhu mendekati titik beku.

Pada November 2018, ACT juga telah menyalurkan ribuan paket pakaian hangat kepada pengungsi Suriah, baik di perbatasan maupun di dalam Suriah. Salah satunya di Kamp pengungsi Jisr Ash Shugur yang ada di kota Idlib. Selain pangan, ACT juga telah membangun rumah susun di Kota Al Dana, Provinsi Idlib. Bangunan itu menjadi tempat tinggal puluhan pengungsi Suriah. Gedung itu dilengkapi dengan ruang tidur, dapur hingga kamar mandi. Selain itu juga tersedia kantor, gudang, sekolah, serta klinik dalam bangunan tersebut. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan