BMKG: Waspada Tinggi Gelombang Air Laut Disertai Hujan Deras di Wilayah Indonesia

Tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, Selat Sunda bagian selatan dan Laut Arafu. Sedangkan untuk wilayah perairan di Selat Makassar, Laut Natuna dan Selat Karimata, juga wilayah Bali dan Nusa Tenggara, tinggi gelombang air laut akan bervariasi mulai dari kategori rendah 1,25 meter sampai kategori sedang 2,5 meter.

Gelombang tinggi
Peta prakiraan tinggi gelombang. (BMKG)

ACTNews, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi mulai tanggal 28-29 Agustus 2021 sejumlah wilayah perairan padat aktivitas mengalami tinggi gelombang air laut. Tak hanya itu, BMKG juga menyebut akan adanya hujan deras disertai angin kencang di beberapa wilayah.

"Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara-Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 5-20 knot," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi Maritim BMKG, Ramlan dikutip dari laman resmi BMKG, Sabtu (28/8/2021).

Ia melanjutkan, tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, Selat Sunda bagian selatan dan Laut Arafuru. Sedangkan untuk wilayah perairan di Selat Makassar, Laut Natuna dan Selat Karimata, juga wilayah Bali dan Nusa Tenggara, tinggi gelombang air laut akan bervariasi mulai dari kategori rendah 1,25 meter sampai kategori sedang 2,5 meter.

Sementara, potensi hujan lebat disertai petir berpeluang terjadi di beberapa wilayah seperti, di perairan Kotabaru, perairan Kalimantan Timur, perairan Kalimantan Utara kemudian Selat Makassar, Teluk Bone, Perairan Kep. Wakatobi, dan Laut Banda. Potensi wilayah lain yang terjadi, diantaranya di perairan Pulau Buru-Pulau Seram, perairan Kaimana-Amamapare-Agats, perairan utara Papua Barat hingga Pulau Biak, dilanjutkan dengan Teluk Cendrawasih dan Samudra Pasifik utara Papua Barat.

"Adanya awan Cumulonimbus atau awan gelap di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang perairan," jelas Ramlan.[]