Bob: Usaha Sablon Ajak Anak Punk Produktif

Bob: Usaha Sablon Ajak Anak Punk Produktif

Bob: Usaha Sablon Ajak Anak Punk Produktif' photo

ACTNews, BANDUNG – Sebuah ruang dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter menjadi tempat bekerja Bob. Di tempat itu, ia rintis usaha sablon sejak 2006. Tumpukan papan guna tatakan kaus tersusun rapi di sudut ruangan. Sedangkan di sudut lainnya, kertas bergambar motif sablon tergantung sebagai patokan bekerja.

Bob merupakan salah satu anggota komunitas punk di sekitaran wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, yang membuka usaha sablon. Pada saat tim Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambangi workshop-nya, Kamis (21/2), ia sedang mengerjakan pesanan sablon dari salah satu toko pakaian yang ada di Bandung. Bob kerjakan sendiri,karena jumlah pesanannya tidak terlalu banyak.

Bob mengatakan, jika terdapat pesanan dalam jumlah banyak, seperti lima kodi, Bob akan mengajak temannya sesama anak punk untuk menyelesaikan pesanan. Dengan peralatan yang dimilikinya, dahulu pesanan ke tempat sablon Bob bisa mencapai ratusan kaos dan jaket. “Pesanan datang dari berbagai tempat, ada dari lokal saja seperti Bandung, Bekas atau Jakarta, tapi tak jarang juga pesanan datang dari luar Jawa, seperti sekarang ini lagi mengerjakan pesanan anak sekolah di Gorontalo,” jelasnya.

Sejak awal ia merintis usahanya, Bob selalu mengajak anak punk lain untuk terlibat dalam produksi usaha sablon miliknya. Bob yang juga anggota komunitas punk ini mengatakan, tali persaudaraan yang kuat sesama anak punk menjadi alasan. “Kami sama-sama dari jalanan, dan mungkin saya bisa lebih beruntung bisa merintis usaha ini, dan saya tidak bisa lupa dengan anak punk lain,” ungkapnya.

Selain ingin mengajak anak punk dalam kegiatan produktif dan positif,  ikhtiar melibatkan anak punk dalam usaha sablon juga menjadi cara menghilangkan citra buruk yang sering melekat kepada anak punk. Bob menegaskan, jika tidak semua anak punk meresahkan masyarakat dan mendapatkan penghasilan dari kegiatan kriminalitas serta memaksa. 

Namun sayang, kini pesanan di tempat sablon Bob sedang mengalami penurunan. Berkurangnya pesanan ini sudah berlangsung beberapa tahun belakangan sejak banyaknya tekstil luar negeri yang menwarkan harga lebih murah. Dampaknya, Bob pun mulai jarang melibatkan anak punk lain dalam produksinya dan memilih mengerjakan sendiri selama ia mampu menyelesaikannya.

Satu hari sebelumnya, tepatnya Rabu (20/2), Global Zakat-ACT menyerahterimakan screen sablon kepada 10 anggota komunitas punk yang memiliki usaha sablon, termasuk Bob. Sebanyak 4 dari 7 screen digunakan untuk menunjang usaha sablon Bob. Sedangkan 3 screen lain rencananya akan Bob gunakan untuk anak punk lain belajar.

Bob merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Pasalnya, screen merupakan salah satu alat sablon yang harganya tak murah. “Bantuan dari Global Zakat ini bukan tak hanya berguna untuk pengusaha sablon, tapi juga anak punk lain yang ingin belajar,” ungkapnya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan