Bolehkah Sedekah Subuh Atas Nama Orang Tua?

Sedekah di waktu subuh memiliki keistimewaan tersendiri dalam ajaran Islam. Namun, bolehkah sedekah subuh dilakukan mengatasnamakan orang tua?

Bolehkah Sedekah Subuh Atas Nama Orang Tua?
Ilustrasi. Ajaran Islam memperbolehkan sedekah subuh dilakukan mengatasnamakan orang tua, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, JAKARTA – Sedekah merupakan suatu amalan yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sedekah bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Namun, terdapat waktu yang istimewa untuk sedekah, ialah saat subuh. Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah;

“Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata: ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah.’ Malaikat yang satu berkata: ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.”

Sedekah subuh mengatasnamakan orang tua yang masih hidup

Ada banyak timbul pertanyaan, bagaimana jika sedekah subuh dilakukan mengatasnamakan orang tua? Dalam Islam, menghadiahkan pahala sedekah untuk orang tua yang masih hidup diperbolehkan. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadis riwayat Imam Thabrani, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak ada masalah bagi seseorang jika hendak bersedekah untuk membagikan pahala sedekah tersebut pada kedua orang tuanya jika keduanya muslim. Maka pahala sedekah tersebut milik kedua orang tuanya, dan dia mendapatkan pahala seperti kedua orang tuanya tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala kedua orang tuanya.”

Lalu bagaimana sedekah subuh mengatasnamakan orang tua yang sudah meninggal?

Sementara, jika kita bersedekah subuh mengatasnamakan orang tua yang sudah meninggal, ajaran Islam tetap memperbolehkan. Hal ini dikisahkan saat seorang pemuda datang ke hadapan Nabi Muhammad SAW, dan ia mengatakan, “Ibuku telah meninggal dunia, seandainya ia masih hidup mungkin ia akan mengatakan bahwa ia akan menyedekahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Wahai Rasulullah SAW bolehkah aku bersedekah atas namanya?" Kemudian Rasulullah SAW pun menjawab "Boleh". (H.R. Al-Bukhari dalam al-Jana'iz 1388 dan Muslim dalam al-Washiyah 1004).

Jadi, ajaran Islam memperbolehkan kita bersedekah subuh mengatasnamakan orang tua, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal. Dengan begitu, pahala sedekah tetap mengalir kepada orang tua. "Jika seorang manusia meninggal, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga perkara. Yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak yang sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya" (HR. Muslim).[]