Buah dari Kebaikan Warga Terdampak Banjir Lebak

Saat mengungsi, banyak warga Kampung Somang yang merasa tak pernah kekurangan bantuan, terutama pangan. Hal tersebut mereka anggap balasan dari Tuhan karena selama ini warga Kampung Somang juga sering membantu saudara-saudaranya yang sedang terkena musibah.

Buah dari Kebaikan Warga Terdampak Banjir Lebak' photo
Jembatan Kampung Somang yang tengah dibangun pada Selasa (10/3) lalu. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, LEBAK – Sekalipun terkena bencana, warga Kampung Somang, Desa Sukarame, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, mengaku tak pernah kekurangan bantuan. Selalu ada makanan maupun pakaian yang sampai kepada mereka pada masa-masa awal kala mereka mengungsi.

“Tadinya saya mengungsi, paling lama mungkin (dari warga yang lain) selama 18 hari. Tidak ada yang kurang kalau masalah pangan. Kalau tidur menumpang, di rumah orang. Tapi kalau pangan kan banyak bantuan,” kata Sabrowi pada Selasa (10/3) lalu. Ia merupakan salah satu korban banjir yang mengungsi di rumah kerabatnya.

Bantuan memang sering datang ke daerah tersebut ketika banjir, terutama bantuan pangan. Minggu, Sekertaris Desa Sukarame mengatakan mereka bahkan sampai tidak perlu membeli beras selama mengungsi.

“Kemarin itu (ketika bencana) masyarakat sampai tidak perlu membeli beras lagi. Bantuan dari mana pun datang. Sampai masyarakat bilang ke saya, ‘Pak Minggu, ini biasa kita bantu orang sekarang kita yang dibantu, ya,’” tutur Minggu sembari tertawa.


Kondisi Kampung Somang ketika banjir menerjang. (ACTNews)

Minggu bahkan mengingat kembali di bencana Palu, Sigi dan Donggala, masyarakat bahu-membahu mengirimkan berbagai macam bantuan untuk membantu beban saudara mereka yang sedang terdampak gempa, tsunami, dan likuefaksi. Saat itu masyarakat secara kolektif mengumpulkan apa pun yang mereka bisa berikan.

“Kalau ada bencana, kita umumkan saja di masjid. Dalam waktu beberapa saat juga terkumpul. Bisa sampai Rp15 juta dari patungan masyarakat,” cerita Minggu.

Hal yang sama terjadi pada saat mereka menghadapi musibah. Banjir akibat intensitas hujan yang tinggi pada awal tahun lalu merusak rumah mereka. Kebanyakan warga tidak sempat menyelamatkan apa pun akibat banjir bandang yang datang tiba-tiba. Namun selama terjadi bencana, mereka tidak kekurangan bantuan.


“Mungkin karena dahulunya ketika ada bencana, kita membantu. Sekarang ketika kita terkena musibah bantuan datang terus. Saya percayanya itu adalah wasilah dari memberi,” ujar Minggu.

Tidak hanya bantuan pangan, bantuan berupa Integrated Community Shelter (ICS) dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), segera diberikan kepada warga. ICS yang sampai sekarang tengah dibangun itu, pada Senin (9/3) lalu telah mencapai 20% pembangunan. Pembangunan hunian nyaman terpadu untuk warga Kampung Somang diperkirakan akan selesai dalam satu bulan dari pengerjaannya, yakni  pada Rabu (4/3) lalu.

“Pembangunannya mulai hari Rabu kemarin. Rencana yang akan dibangun insyaallah 52 unit hunian, dan dilengkapi dengan MCK, gudang, dapur umum, dan fasilitas ibadah yakni masjid.  ICS ini juga dilengkapi dengan arena bermain untuk anak-anak korban pascabanjir bandang dan longsor,” jelas Dede Abdul Rohman selaku Koordinator Pembangunan ICS pada Senin (9/3) lalu. []


Bagikan

Terpopuler