Buat Beli Beras Tak Cukup, Bagaimana Bisa Makan Enak?

“Ya tiap hari makan cuma ikan asin aja, kadang goreng tempe udah, dan cengek (cabai),” ungkap Nuryati, salah satu warga yang menggantungkan hidupnya di TPA Jatiwaringin.

Operasi Makan Gratis ACT
Nuryati (kanan), warga yang tinggal di TPA Jatiwaringin, menikmati makanan bergizi dari Operasi Makanan Gratis Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa (31/8/2021). (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, KABUPATEN TANGERANG – Terselip sebuah harapan bagi ratusan orang yang mengais gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Mereka mengais botol, karung, kantong plastik, hingga besi-besi tua untuk dijual lagi. Nuryati (45), salah satu dari orang-orang yang berharap itu. Ia telah mengumpulkan dan menjual lagi sampah dari TPA Jatiwaringin selama lebih dari 20 tahun.

Ribuan lalat dan belatung sudah tidak asing dalam diri Nuryati sehari-sehari. Ibu dari empat anak dan telah memiliki sembilan cucu ini, bahkan sudah terbiasa dengan bau menyengat sampah. 

“Pulang bawa uang saeutik (sedikit) saja, Rp30-40 ribu, ya enggak tentu. Secukupnya weh lah Bapak, dari pada menganggur di rumah ya,” tutur Nuryati saat ditemui ACTNews, Selasa (31/8/2021).

Nuryati mengungkapkan, hasil keuntungan dari memulung begitu sulit untuk memenuhi  kehidupan sehari-hari utamanya kebutuhan makanan. “Buat beli beras, buat jajan anak, buat sekolah. Ya itu enggak cukup Pak. Ya tiap hari makan cuma ikan asin aja, kadang goreng tempe udah, dan cengek (cabai),” ungkapnya, mata Nuryati berkaca-kaca.

Hari itu, akhirnya Nuryati bisa makan dengan lauk yang lebih baik.Program kolaborasi Aksi Cepat Tanggap dan Netmediatama hadir membagikan 1.000 makanan sehat dan bergizi melalui Operasi Makan Gratis. Nuryati tidak terkira bisa merasakan hidangan lezat bak dari hotel bintang lima. “Terima kasih ya, makanannya enak, nasinya putih ada ikan sama ayamnya ngeunah (enak),” tutur Nuryati sambil tersenyum.[]