Bumi Semakin Panas, Afrika Hadapi Ancaman Krisis Kemanusiaan Parah

Diperkirakan ratusan juta warga miskin di Afrika akan menghadapi krisis kemanusiaan yang semakin parah Imbas percepatan perubahan iklim.

Ilustrasi. Warga miskin di Afrika terancam hadapi krisis kemanusiaan parah. (HRW/Zoe Flood)

ACTNews, AFRIKAPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan lebih dari 100 juta masyarakat Afrika tergolong sangat miskin akan menghadapi krisis kemanusiaan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini merupakan dampak dari percepatan perubahan iklim yang disebut PBB akan mempengaruhi berbagai sektor kehidupan.

Komisaris perekonomian pedesaan dan pertanian Uni Afrika, Josefa Leonel Correia menyatakan masyarakat miskin (yang hanya memiliki penghasilan 20 ribu per hari) akan semakin menderita karena kekeringan di Afrika berpotensi semakin panjang periodenya.

Hal ini pun sangat berdampak pada para petani. Kekeringan panjang berpotensi membuat tanaman para petani mati, karena tak mendapat siraman air. Produksi pangan yang menurun, membuat tingkat kasus kelaparan di Afrika pun kian meningkat.

"Pada tahun 2030, diperkirakan hingga 118 juta orang yang sangat miskin akan terkena kekeringan dan panas yang ekstrem di Afrika. Di Afrika sub-Sahara, perubahan iklim selanjutnya dapat menurunkan produk domestik bruto hingga tiga persen pada tahun 2050. Tidak hanya kondisi fisik yang semakin buruk, tetapi juga jumlah orang yang terkena dampak akan meningkat,” kata Sacko.

Fakta ini pun didukung oleh laporan penelitian yang dilakukan oleh institut dan universitas yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PNAS. Penelitian tersebut menunjukkan hasil panen petani Afrika akan terus anjlok beberapa dekade ke depan akibat perubahan iklim. Terdapat kesenjangan besar, antara produksi pangan dan kebutuhan masyarakat.

Pada tahun 2050, penelitian tersebut memperkirakan jumlah penduduk Afrika akan dua setengah kali lebih banyak dari sekarang. Sehingga, hampir tidak mungkin hasil pertanian dapat memenuhi kebutuhan pangan pada saat itu.

Sementara itu, Organisasi Meteorologi Dunia menyatakan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada kekeringan di Afrika. Namun, juga menyebabkan bencana lainnya. Seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor. []