Cacih Ibu Tulang Punggung Keluarga Berjuang Demi Anggota Keluarga yang Sakit

Menjalankan usaha warung kelontong adalah ikhtiar Cacih (56) menafkahi keluarga. Selain ibu rumah tangga, perempuan dari Bandung Selatan ini adalah tulang punggung keluarga.

Cacih di warung kelontong miliknya. (ACTNews)

ACTNews, BANDUNG SELATAN – Keluarga adalah segalanya. Kalimat ini dipegang teguh oleh Cacih (56), seorang ibu rumah tangga di kampung Cipicung, Baleendah, Kabupaten Bandung Selatan. Segala penghidupan keluarga kini bergantung kepada Cacih. Anak Cacih yang sudah berusia hampir 40 tahun mengalami gangguan jiwa. Sementara sang suami tidak lagi bekerja karena menderita diabetes.

Demi tetap mendapatkan penghasilan, ia membuka warung kelontong. Cacih memulai jualan dengan modal Rp3 juta. Jika penjualannya baik, ia bisa mendapat omzet Rp50 ribu per hari. Namun, kini modal Cacih berangsur habis digunakan untuk makan sehari-hari.

“Kebutuhan setiap hari semakin tinggi. Sebentar lagi bulan Ramadan juga sudah dekat. Semoga masih bisa membeli kebutuhan sahur dan berbuka puasa. Harga bahan makanan biasanya naik menjelang Ramadan,” ujar Cacih saat ditemui Aksi Cepat Tanggap Kabupaten Bandung pertengah Maret lalu. 

Di satu sisi, Cicih juga memaklumi jika penjualan warungnya tidak bertambah. Barang-barang di warung Cacih tidak selengkap warung lain karena keterbatasan modal.

Cacih sebenarnya berharap ada orang yang bisa membimbingnya mengembangkan usaha. Ia pun menerima dengan sangat terbuka bantuan modal untuk mengembangkan warung. “Semoga ada orang yang berbaik hati membantu saya,” harap Cacih.[]