Cegah Banjir, ACT Gelar Mitigasi Bencana dan Tanam 2000 Bibit Pohon di Palembang

Cegah Banjir, ACT Gelar Mitigasi Bencana dan Tanam 2000 Bibit Pohon di Palembang

Cegah Banjir, ACT Gelar Mitigasi Bencana dan Tanam 2000 Bibit Pohon di Palembang' photo

ACTNews, PALEMBANG – Kota Palembang yang dilintasi Sungai Musi, memiliki ancaman bencana Banjir, akibat luapan Sungai Musi. Ditambah kondisi lanskap kota yang landai dan sistem drainase yang kurang memadai, banjir menjadi sebuah bencana yang mesti ditanggulangi bersama.   

Untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana tersebut, Tim Disaster Management Institute of Indonesia/DMII-ACT berkolaborasi dengan Sampoerna untuk Indonesia menggelar Pelatihan dan Workshop Sistem Komando Tanggap Darurat/SKTD di Grand Atyasa Convention Center - Kota Palembang. 80 peserta hadir dalam pelatihan ini, yang berasal dari perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah /SKPD, dunia usaha dan unsur masyarakat.

“Bagi kami, program pelatihan ini merupakan salah satu wujud tanggungjawab kami. Dengan program pelatihan ini, diharapkan ada semangat bersinergi di lingkup kota Palembang, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Jadi kami ikut berkontribusi dalam membangun kota Palembang yang tangguh terhadap bencana,” ujar Ervin Pakpahan, Tim Sampoerna untuk Indonesia.  

Insan Nurrohman, Vice President ACT mengungkapkan output atau hasil yang diinginkan dari pelatihan ini adalah adanya peningkatan kapasitas para stakeholder penanggulangan bencana Kota Palembang, di fase tanggap darurat. Ada SKPD terkait, ada lembaga lokal yang memiliki perhatian terhadap penanggulangan bencana, khususnya banjir, akademisi, dunia usaha dan juga komunitas masyarakat. 

Dukungan dan apresiasi positif disampaikan oleh Edison, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Palembang. Melalui balasan surat resmi dari ACT, Edison menyatakan sangat mendukung pelaksanaan program ini di Kota Palembang.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan, H. Iriansyah, S.Sos, SKM, M. Kes, usai memberikan materi dalam workshop SKTD, Selasa, (2/5).

“Kami dari Pemerintah Provinsi, sangat berterima kasih kepada Sampoerna untuk Indonesia dan ACT untuk program ini. Karena dengan adanya program ini kami berharap koordinasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana menjadi lebih baik. Semoga setelah Palembang bisa menyusul Kabupaten lainnya yang mendapat program capacity building seperti ini, “ujarnya penuh harap.

 

Penanaman 2.000 bibit pohon

Setelah sukses menggelar Pelatihan dan Workshop SKTD, Selasa – Kamis, 2-4 Mei 2017, pada Jumat (5/5), ACT bersama Sampoerna untuk Indonesia menggelar seremonial penanaman 2000 bibit pohon di Kota Palembang yang bertempat  di UPT Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Talang Betutu, Talang Jambe, Kecamatan Sukarami - Kota Palembang. Acara ini sekaligus menjadi seremoni penutup dari rangkaian Program Pelatihan dan Workshop SKTD yang dihadiri Walikota Palembang, H. Harnojoyo, beserta sejumlah kepala dinas terkait.

Alhamdulillah, setelah 3 hari kemarin sudah terlaksana Workshop SKTD dan sekarang kami menanam 2000 bibit pohon,” ujar Ervin Pakpahan,

Menurut Insan, Kota Palembang memiliki sejumlah potensi bencana, salah satunya adalah banjir. Penanaman 2000 pohon ini adalah salah satu rangkaian program.  Hal itu, sebagai upaya mitigasi bencana banjir dan untuk menambah area hijau yang bisa menyerap air.

“Penanaman pohon ini juga upaya untuk menjaga ketersediaan air tanah, sehingga di masa depan Palembang terhindar dari masalah air bersih yang layak konsumsi. Total ada 2000 bibit pohon yang kami tanam di Palembang, yang terbagi dari dua jenis, tanaman kayu dan tanaman buah,” paparnya.

Apresiasi positif disampaikan oleh H. Harnojoyo, Walikota Palembang, di sela-sela acara seremonial ini.

“Saya mewakili Pemerintah Kota Palembang, menyampaikan apresiasi kepada ACT dan Sampoerna untuk Indonesia, atas pelaksanaan program ini. Insyaaallah akan memberi manfaat bagi masyarakat Palembang, agar kota makin Green, Clean, and Blue. Sekali lagi terima kasih. Rangkaian program ini sangat kami butuhkan untuk membangun kesiapsiagaan bencana di Palembang,” imbuhnya.

Insan menambahkan, pelatihan di Kota Palembang ini merupakan rangkaian keempat dari roadshow 6 Kota di Pulau Sumatera dari Program Disaster Emergency Response Command System and Tree Planting. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kota Bukittinggi, Kota Bengkulu, dan Kota Banda Aceh, program ini akan berlanjut di Kota Pekanbaru, dan terakhir Kota Pangkalpinang.

Selain 2.000 bibit pohon kayu dan buah, juga didistribusikan 40 paket bak sampah. [] Penulis: Wahyu Novyan 

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan