Cegah DBD di Jabodetabek melalui Penyuluhan Kesehatan

Cegah DBD di Jabodetabek melalui Penyuluhan Kesehatan

Cegah DBD di Jabodetabek melalui Penyuluhan Kesehatan' photo

ACTNews, JAKARTA – Hujan dengan intensitas tinggi beberapa kali mengguyur ibu kota Jakarta. Walau tak sampai mengakibatkan banjir besar, ada ancaman lain bagi masyarakat, yakni demam berdarah dengue (DBD).

Dilansir dari Tribunnews, Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada Februari ini menyatakan sebanyak 100 rukun warga (RW) di Jakarta rawan DBD. Jumlah itu tersebar di lima kota administratif. Angka 100 itu masih berada di bawah target bebas jentik.

Sedangkan dari laporan Kompas.com, jumlah penderita DBD di Jakarta terus meningkat hingga bulan Februari. Tercatat sampai Senin (4/2), 878 jiwa menjadi pasien akibat nyamuk Aedes Aegypti ini. Gubernur Anies Baswedan mengatakan, wilayah Jakarta Selatan menjadi lokasi terbanyak pasien DBD sebanyak 297 jiwa.

Untuk mengurangi peluang terjadinya wabah DBD, Global Zakat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak awal Februari menggelar penyuluhan pencegahan DBD. Penyuluhan diberikan kepada warga prasejahtera di cakupan wilayah Jabodetabek.

"Dalam penyuluhan itu, tim kami mengajak warga untuk mengenal penyebab DBD, gejala-gejalanya, dan penanganan awal penyakit ini. Kami juga menjelaskan upaya pencegahannya seperti upaya 4M plus, yaitu Menguras, Menutup, Mengubur, dan Memantau, plus jangan menggantung baju, hindari menggantung baju, pelihara ikan, serta menabur bubuk abate," ungkap Koordinator Program Medis ACT dr. Muhammad Riedha Bambang, Rabu (27/2).

Tak hanya penyuluhan DBD, Global Zakat-ACT juga menggelar pelayanan kesehatan. Sampai saat ini, sudah 15 tempat disambangi untuk mengadakan aksi ini. Targetnya ialah warga setempat yang masih dalam kondisi perekonomian prasejahtera. “Aksi kami dibantu oleh tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI),” tambah dr. Riedha.

Dalam sekali aksi, pelayanan kesehatan ini mampu melayani hingga puluhan warga. Mereka memeriksakan kesehatan mereka dengan berbagai kondisi. Namun, paling banyak tercatat ialah infeksi pernapasan, dermatitis, dan hipertensi.

Senin (25/2) kemarin, pelayanan kesehatan dari Gobal Zakat-ACT ini menyambangi warga di Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru di Jakarta Selatan. Di tempat ini 70 warga dari berbagai kalangan usia memeriksakan kesehatannya. Sedangkan Rabu (27/2), warga di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Depok yang giliran mendapatkan layanan kesehatan. Ke depannya, masih terdapat 35 tempat lagi yang akan digelar pelayanan kesehatan. Jumlah tersebut kemungkinan besar akan terus bertambah seiring dengan asesmen yang terus dilakukan tim MRI. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan