Cegah Wabah DBD, MRI-ACT Lakukan Pengasapan di Samarinda

Cegah Wabah DBD, MRI-ACT Lakukan Pengasapan di Samarinda

Cegah Wabah DBD, MRI-ACT Lakukan Pengasapan di Samarinda' photo

ACTNews, SAMARINDA - Wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meluas ke wilayah-wilayah Indonesia. Di Samarinda, penyakit yang disebabkan virus Dengue oleh nyamuk Aedes Aegypti ini menyebar dengan cepat. Pada November-Desember 2018, ada 45 orang penderita DBD dan 3 di antaranya telah meninggal dunia

Kasus DBD di Kalimantan Timur sendiri mengalami kenaikan di mana sepanjang tahun 2018 terdapat 3.500 kasus sedangkan tahun sebelumnya hanya sekitar 2.000 kasus.

Mengantisipasi penyebaran DBD yang kian meluas, MRI-ACT Kaltim bersama Rescue Baguna turun ke titik-titik wilayah yang dianggap cukup rawan akan keberadaan sarang nyamuk Aedes Aegypti. Tim memberikan pengasapan di Kelurahan Dadi Mulya, tepatnya di RT 36, 37, 38.  

 

“Alhamdulillah kami sangat menyambut baik dan antusias rumahnya disemprot gini untuk antisipasi DBD,” ujar Gunawan, salah satu warga Dadi Mulya.

Ketua MRI Kaltim Nuraini pun mengatakan, pencegahan DBD ini akan berlanjut di lokasi yang dianggap rawan terjadinya DBD. Jadwal pengasapan dan daftar wilayah target pengasapan pun tengah dibuat.

“Kita lebih baik mencegah terjadinya penyakit daripada mengobati. Semoga apa yg kita lakukan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Karena ini hal sederhana yang kita anggap perlu untuk dilakukan,” jelas Nuraini.

 

Tak hanya pengasapan, penyuluhan 3M+ juga diberikan kepada beberapa warga yang terlibat. Penyuluhan 3M+ merupakan upaya pencegahan yang dirasa paling efektif untuk meminimalisir pertumbuhan sarang nyamuk. Upaya pencegahan tersebut antara lain menutup semua penampungan air/sumber air, menguras bak mandi/ tempat genangan air, dan mendaur ulang barang bekas/menguburnya.

“InsyaaAllah ke depan, kami juga akan bekerja sama dengan pihak Dinkes Kaltim untuk aksi yang lebih masif dan efektif lagi untuk masyarakat luas,” tutup Nuraini. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan