Cerita Abdi, Mantan Karyawan yang Belajar Bercocok Tanam dari Nol

Saat Abdi berhenti bekerja, ia mendapatkan informasi tentang adanya bantuan modal usaha tanpa riba melaui Global Wakaf - ACT. Ia lantas tertarik dan menghubunginya untuk mendapatkan bantuan modal usaha. Kini Abdi mulai belajar lebih dalam mengenai ilmu bercocok tanam.

Abdi, salah satu anggota binaan program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia tampak bercocok tanam di lahan yang dikelola oleh TPA Bayt Al-Hikmah Banjarbaru. (ACTNews/Ali Ridho)

ACTNews, BANJARBARU – Program Wakaf Modal Usaha Mikro serta Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI) ternyata membawa manfaat besar di Kota Banjarbaru. Salah satunya untuk pria bernama Abdi yang menjadi anggota MPPI Landasan Ulin Utara (Laura). Sebelumnya, Abdi merupakan seorang karyawan di salah satu perusahaan. Ia kemudian terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sempat menganggur.

Pendamping MPPI Laura, Ali Ridho, menceritakan, saat Abdi berhenti bekerja, ia mendapatkan informasi tentang adanya bantuan modal usaha tanpa riba. Lantas, Abdi yang juga merupakan salah satu wali santri TPA Bayt Al-Hikmah Banjarbaru tertarik dan menghubunginya untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Global Wakaf – ACT.

“Dia bertanya, apakah modal bantuan usaha tani apakah masih ada. Yang saya tahu, beliau itu bukan seorang petani. Lantas saya katakan bahwa ini untuk para petani, sedangkan bapak (Abdi) bukan petani,” kata Ali Ridho mengawali ceritanya Selasa (3/11) lalu.

Mula-mula, Abdi sempat mencoba belajar bertani di pekarangan rumahnya. Abdi mengaku bahwa ia ingin maksimal menekuni pekerjaan barunya ini, hanya saja terbentur dengan modal yang tak banyak. “Ketika ada tawaran modal, maka beliau tertarik untuk mengambil bantuan modal usaha tanpa riba yang ditawarkan Global Wakaf - ACT melalui program MPPI ini. Kemudian, setelah saya melakukan pendampingan dan ketika saya mengecek apa yang ia tanam dari modal itu, ternyata lokasinya sangat sedikit. Lantaran berada di sebelah rumah,” tutur Ali.


Kepada Ali, Abdi mengungkapkan seandainya ada lahan yang cukup luas, ia akan semangat untuk bertani. Ali lantas menunjukkan lokasi lahan untuk bertani di lahan yang dikelola oleh TPA Bayt Al-Hikmah. Saat ditunjukkan, Abdi pun menyetujuinya dan memanfaatkan lahan seluas seluas 25 x 20 meter.

“Beliau akhirnya menanam tanaman tambahan di lokasi samping TPA Bayt Al-Hikmah. Dia (Abdi) mengakui, bahwa lebih nyaman menjadi petani dibandingkan menjadi karyawan. Juga bawaannya happy dan terus semangat. Tanamannya juga sudah mulai meluas,” imbuh Ali.

Kendati tidak memiliki pengalaman bercocok tanam, Abdi tidak pernah putus asa. Ia sering bertanya kepada Ali, dari cara pengolahan lahan hingga bagaimana menggunakan cangkul dengan benar. Ali sendiri mengakui, Abdi merupakan satu-satunya anggota MPPI yang perlu mendapatkan pendampingan.

“Jadi saya ajari bagaimana cara membuat bedengan, cara menanam bawangnya, serta menyediakan lahan yang sekiranya mencukupi anggota MPPI, yaitu Mas Abdi. Rencananya saya akan menawarkan beliau jenis tanaman yang akan beliau tanam,” katanya.


Berdasarkan penuturan Abdi, ia berencana akan menanam labu di lahan MPPI yang masih tersedia. Tentunya, ada timbal balik yang didapat baik dari Abdi sendiri maupun TPA Bayt Al-Hikmah. “Jadi, mas Abdi mendapatkan keuntungan yaitu mendapatkan lahan bercocok tanam secara gratis tanpa sewa, dan pihak TPA sendiri memiliki keuntungan bahwa lahan TPA-nya menjadi terawat,” pungkas Ali.

Kepala Cabang Global Wakaf - ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Abdi. Kendati mengalami PHK lantaran pandemi Covid-19, Abdi tak pernah putus asa untuk tetap bekerja, dan memanfaatkan peluang yang telah diberikan, yaitu program MPPI yang merupakan bagian dari program Global Wakaf – ACT.

“Mas Abdi menjadi contoh bagi kita semua. Kendati pandemi Covid-19 membuat ia di-PHK sebagai karyawan, ia masih mau bekerja walau menjadi petani dan belum memiliki pengalaman. Mas Abdi juga tak malu belajar bercocok tanam dengan pendamping MPPI Laura. Maka dari itu, jangan malu untuk terus belajar agar kita tetap produktif,” tandas Zainal.

Melihat apa yang kini dikembangkan oleh Abdi, Zainal ikut mengajak masyarakat untuk semakin meluaskan program MPPI. “Barangkali ada yang saat ini sedang tidak bekerja juga, bisa kita bantu lagi mereka. Oleh karenanya, kami memohon dukungan para dermawan agar program ini dapat terus meluas, khususnya di Kota Banjarbaru,” ajak Zainal. []