Cerita Anggota Ojek Daring Muslimah Hidupi 8 Anak di Tengah Pandemi

Eka, pengemudi angkutan daring khusus muslimah, kini mesti menghidupi 8 anaknya di tengah pandemi. Di kala pesanan ojek sepi, usaha warung nasi gorengnya juga ikut terdampak pandemi corona.

Eka setelah menerima beras dari ACT. (ACTNews/Heri Setiawan)

ACTNews, SURABAYA – Dampak penyebaran virus corona tak hanya di sektor kesehatan. Sektor ekonomi turut terkena imbasnya. Yang paing terdampak adalah masyarakat prasejahtera, tak terkecuali mereka yang dinggal di Surabaya. 

Salah satu cerita haru disampaikan Eka, seorang pengemudi angkutan daring khusus muslimah, yang berjuang menghidupi 8 anaknya sendirian. Saat ini Eka menjadi tulang punggung keluarga karena sang suami sedang mengalami sakit strok.


Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari bukan hanya ojek yang ia andalkan. Saat malam hari, Eka membuka warung nasi goreng. Pada kondisi normal warung nasi gorengnya cukup ramai didatangi pengunjung. Tetapi di tengah pandemi, Eka terpaksa menutup warung nasi gorengnya karena kegiatan kumpul-kumpul dibatasi. Selain itu memang karena warungnya sepi pelanggan sejak pandemi.

Pada tim ACT Jawa Timur, Eka menceritakan, dampak virus corona ini sangat ia rasakan. "Order-an sepi, penghasilan pun sangat menurun. Sekarang saya yang menjadi tulang punggung keluarga. Suami saya sedang sakit strok, sudah tidak bisa beraktivitas dengan baik lagi. Tapi hidup harus terus berjalan, kami akan terus berusaha,” ungkap Eka, Ahad (5/4).


Salah seorang kepada pengemudi ojek muslimah lainnya yang menerima bantuan. (ACTNews/Heri Setiawan)

Eka adalah salah satu penerima manfaat Operasi Beras Gratis yang diselenggarakan ACT Jawa Timur bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur pada Ahad (5/4) lalu. “Bantuan ini adalah salah satu jawaban dari usaha kami, kami tak akan bosan untuk terus berusaha disertai dengan doa tentunya,” tutup Eka.

Bantuan untuk pengemudi ojek daring muslimah ini kembali diberikan pada Ahad (12/4) di kantor ACT Jatim. Antusiasme pengemudi angkutan daring sangat luar biasa saat distribusi bantuan beras tahap kedua dilakukan.

“Terima kasih ACT, bantuan beras ini sangat bermanfaat untuk menyambung hidup kami”, tambah Dewi, salah satu pengemudi ojek daring muslimah.

ACT Jawa Timur terus berjuang bersama mitra dan masyarakat untuk mengatasi dampak sosial ekonomi yang terjadi akibat virus corona. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengatasi dampak dari virus corona ini. Nantinya amanah masyarakat akan kami sampaikan langsung. Semoga kita dapat melewati masa pandemi ini bersama-sama dengan saling menguatkan,” kata Kepala Cabang ACT Jawa Timur Wahyu Sulistianto Putro. []