Cerita di Balik Kurban Burundi: Mualaf karena Kebaikan Sesama Muslim

Kurban tahun ini menjadi spesial bukan saja karena yang pertama kali dirasakan warga Burundi. Namun, kurban ini juga menjadi momen warga nonmuslim di Burundi memutuskan untuk menjadi mualaf.

Global Qurban ACT di burundi
Warga prasejahtera Burundi menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KIRUNDO – Untuk pertama kali, kurban dari dermawan Indonesia hadir menyapa warga Burundi.  Salah satu negara di bagian timur Afrika yang memiliki luas 27.834 kilometer persegi tersebut, dihuni oleh sejumlah kecil komunitas muslim. Tidak sampai tiga persen dari populasi Burundi adalah seorang muslim.

Kurban tahun ini menjadi spesial bukan saja karena yang pertama kali dirasakan warga Burundi. Namun, kurban ini juga menjadi momen warga nonmuslim di Burundi memutuskan untuk menjadi mualaf. Djuma mengatakan, setidaknya ada 10 warga yang mualaf sebab kurban dermawan. Kepedulian besar umat muslim kepada mereka, menjadi alasan besar mereka untuk memeluk agama Islam.

Hakizimana Abdoul menjadi salah satunya. Ia mengaku sangat mengagumi Islam. Islam, disebut Hakizimana adalah agama yang damai dan selalu mengajarkan untuk saling berbagi.

“Saya ingat terakhir kali saya sakit parah hanya orang-orang dari Islam yang datang dan membantu saya. Warga muslim memberi saya tempat tinggal saat saya sakit. Ia bahkan tidak mengungkit sampai kapan saya bisa tinggal,” cerita Hakizimana.[]