Cerita Fauzi Baadila di Lokasi Gempa: dari Utang Bank hingga Bayi di Pengungsian

Saat menyapa sejumlah pengungsi gempa Sulawesi Barat, Fauzi Baadila menyimak kisah-kisah mereka yang tak pernah terpikirkan olehnya sebelumnya.

Fauzi Baadilah
Fauzi Baadila saat bincang dengan ACT. Mengunjungi tempat bencana Mamuju merupakan pengalaman langka baginya. (ACTNews).

ACTNews, MAMUJU - Gempa di Mamuju Sulawesi Barat menjadi pengalaman tak terlupakan bagi aktor kelahiran Mesir 42 tahun silam, Fauzi Baadila. Ia dan rombongan merasakan langsung getaran gempa saat berada di penginapan, di Jalan Diponegoro, Kota Mamuju Sulawesi Barat.

Kehadiran Fauzi di Mamuju adalah menjadi relawan bencana bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT). Saat berada di Mamuju, Fauzi sempat lari keluar kamar lantaran gempa bermagnitudo 4,2 pada Ahad (31/1/2021) kembali mengguncang Kota Mamuju. Fauzi enggan tidur di penginapan, dan memilih mendirikan tenda di halaman penginapan. 

Selama berada di Mamuju, Fauzi melihat, merasakan, dan mendengar langsung kesaksian penyintas betapa kacaunya kondisi Mamuju usai diterjang gempa. Baginya hal ini merupakan kesempatan dan pengalaman langka. Karena ia masih diberi kesempatan untuk menjadi relawan kemanusiaan bersama ACT. 

Selama di Mamuju, Fauzi melihat langsung keadaan dan situasi usai gempa terjadi. "Memang gempa nggak merata, rumah-rumah juga nggak semuanya hancur. Dari 10 rumah, mungkin 3 sampai 4 rumah hancur mungkin karena konstruksi. Kalau lo nggak perhatiin (konstruksi bangunan), jika nanti ada bencana gempa bumi yang tidak diharapkan, kelar semua keluarga lo," ujarnya.

Selain itu, hati Fauzi juga terenyuh kala melihat keluarga dengan seorang bayi mungil harus tinggal dan tidur di tenda. Fauzi tak menyangka, di saat keadaan musibah, mereka masih bisa tersenyum bahagia. "Ibunya kuat, bahagia juga ada bantuan," jelasnya. 

Bahkan, Fauzi kaget di saat terkena musibah, ada warga yang harus tetap membayar utang ke bank. Rumah hancur, tapi penyintas tetap memikirkan bagaimana cara membayar utang ke bank dan harus membangun rumah kembali. 

"Gue nggak pernah kepikiran dalam hidup gue, ternyata utang (di bank) saat bencana itu masih jalan. Sebetulnya itu suatu hal yang harus dibuatkan regulasi atau keringanan. Parah, mental kalau kayak gini (hutang jalan) pasti hancur banget, suram," kata Fauzi dengan menggelengkan kepala seolah tak percaya. 

Kesempatan Fauzi kali ini merupakan yang ke sekian kalinya ikut dalam misi kemanusiaan bersama ACT. Sebelumnya, ia juga pernah ikut misi kemanusiaan di Suriah dan Ambon NTT. Kini Fauzi mengajak orang-orang untuk terlibat langsung dalam misi kemanusiaan. Baik lewat donasi maupun ikut menjadi relawan. []