Cerita Fernanda Fatimah, Seorang Mualaf Penerima Kurban di Belu NTT

Momen kebahagiaan Iduladha tahun ini, dirasakan seorang mualaf Fernanda Fatimah yang tinggal di Dusun Aitaman, Kabupaten, Belu NTT.

Global Qurban ACT
Fernanda Fatimah, salah seorang penerima manfaat daging kurban di Dusun Aitaman, Belu NTT. (ACTNews)

ACTNews, BELU – Kebahagiaan perayaan Iduladha turut dirasakan warga Dusun Aitaman, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Rabu (21/7/2021), Tim Global Qurban-ACT menyalurkan puluhan daging kurban kepada masyarakat prasejahtera dan warga mualaf di Dusun Aitaman.

Terdapat 7 kepala keluarga mualaf yang menetap di Dusun Aitaman, salah satunya adalah Fernanda Fatimah. Wanita paruh baya itu merasa sangat bersyukur atas kepedulian Global Qurban-ACT yang telah menjangkau kurban kembali ke Aitaman. Iduladha tahun ini merupakan kali ketiga Global Qurban-ACT hadir di Dusun Aitaman.

Senyum semringah Fatimah merekah saat daging kurban dari para dermawan Indonesia diantarkan oleh Tim Global Qurban-ACT. Momen Iduladha menjadi kebahagiaan bagi Fatimah karena bisa merasakan nikmat santapan daging. 

“Kami orang seperti ini (prasejahtera) makan daging, dapat uang dari mana Pak? Paling kita makan jagung dan sayur-sayuran saja. Ya hanya kurban saja kami makan daging,” ungkap Fatimah.

Fatimah yang telah menetap di Dusun Aitaman sejak 2003 ini, berencana mengolah daging kurban pemberian Global Qurban-ACT dengan olahan khas NTT. “Nanti dimasak ala kita orang Timur ini, daging direndam saja toh pakai bumbu bawang merah, bawang putih, serai, dan jahe. Nanti kita rebus saja,” cerita Fatimah menutup wawancara.[]