Cerita Haru Anak Keluarga Pemulung di Lampung Nikmati Sate Kambing

Pemulung TPA Bakung terbiasa mengonsumsi makanan sisa hasil buangan masyarakat.

Cerita Haru Anak Keluarga Pemulung di Lampung Nikmati Sate Kambing' photo

ACTNews, BANDAR LAMPUNG - Puluhan anak dari keluarga pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung langsung berlarian menghampiri ketika tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung datang, Ahad (16/6) sore. Mereka berebut kesempatan pertama untuk menyantap sate kambing yang sudah disiapkan.


Ada satu cerita yang membekas dalam benak tim ACT Lampung, yakni ketika mendengar bahwa pemulung TPA Bakung terbiasa mengonsumsi makanan sisa hasil buangan masyarakat Kota Bandar Lampung. Potongan ayam, sayur, bahkan sambal mereka santap tanpa melalui proses pencucian atau  penggorengan ulang sekalipun.


“Alhamdulillah, kami bisa menikmati sate kambing yang enak banget. Kami sudah lama tidak makan daging sapi atau kambing. Biasanya hanya makan daging ayam, itupun bekas buangan orang-orang. Tidak pakai dicuci, pokoknya langsung kami makan,” ungkap Yupita, salah seorang pemulung.




Mendengar cerita tersebut, tim ACT Lampung langsung berencana untuk mengikhtiarkan TPA Bakung menjadi salah satu destinasi distribusi daging kurban dari Global Qurban-ACT pada Iduladha mendatang. Untuk itu, ACT Lampung pun mengajak masyarakat untuk berkurban melalui Global Qurban-ACT.


“Ramadan kemarin kami sudah berbagi ratusan paket pangan untuk TPA Bakung, sekarang kami beri kesempatan mereka nikmati sate kambing. Insyaallah, Iduladha nanti kami berikhtiar untuk mengirim daging kurban kepada mereka, juga masyarakat prasejahtera lainnya,” pungkas Siti dari tim ACT Lampung. []

Bagikan