Cerita Joko, Korban PHK yang Kini Jadi Humanity Bikers

Joko Sutrisno sangat bersyukur saat bisa bergabung menjadi Humanity Bikers. Sebelumnya, ia terkena PHK setelah bekerja selama lima tahun di salah satu restoran. Menjadi Humanity Bikers, bukan hanya pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga baginya. Namun, juga merupakan ladang pahala, karena ia ikut andil mengantar bantuan kepada keluarga yang membutuhkan.

humanity bikers
Joko hendak mengantar obat untuk masyarakat penelepon Covid-19 Medical Careline Services. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Joko Sutrisno (24), pemuda lulusan SMK ini sudah bekerja selama 5 tahun di salah satu restoran di Jakarta. Saat pandemi merebak 2020 lalu, ia menjadi salah satu pekerja yang terkena PHK. Upayanya untuk membantu perekonomian keluarga pun terputus. Sempat mencari pekerjaan lain, namun situasi pandemi membuat banyak perusahaan enggan mencari karyawan baru. Sehingga Joko amat kesulitan untuk bisa mendapat pekerjaan.

"Bingung waktu itu saat kena PHK. Bingung mau bantu orang tua bagaimana. Soalnya bapak kan cuma pedagang kecil. Jadi pas-pasan untuk penuhi kebutuhan keluarga. Terus rumah masih mengontrak, jadi agak mumet gitu uangnya dari mana. Tiap hari doa, semoga bisa dapat kerja," cerita Joko saat ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin (13/7/2021).

Doa Joko pun terkabul. Pada awal tahun 2021, ia direkrut oleh ACT untuk bergabung menjadi Humanity Bikers. Pada awal bergabungnya Joko di Humanity Bikers, ia bersinergi dengan layanan Humanity Care Line untuk mengantar beras gratis ke warga prasejahtera yang membutuhkan bantuan pangan.

"Alhamdulillah saya diterima oleh ACT. Bersyukur banget, saya jadi ada pemasukan lagi untuk bantu-bantu ekonomi keluarga," kata Joko.

Kini, bukan beras lagi yang ia antarkan. Sejak ACT meluncurkan Covid-19 Medical Careline Services (MCS) pada awal Juli lalu, Humanity Bikers turut bersinergi terhadap layanan tersebut. Joku pun kini turut mengantarkan obat-obatan serta vitamin ke rumah para penelepon. Dalam sehari, sekitar 5-6 rumah di berbagai wilayah Jabodetabek ia sambangi untuk diantarkan obat gratis.

Selama menjadi Humanity Bikers, Joko mengaku tidak ada kendala berarti yang ia hadapi. "Paling beberapa kali aja agak rumit mencari alamat penerimanya. Tapi saya rasa itu sudah wajar bagi bikers. Malah banyak senangnya jadi Humanity Bikers. Senang liat para penerima tuh bahagia gitu saat kita datang. Kita kan ikut membantu para penerima biar cepat sembuh, jadi pasti kita dapat pahalanya," ucap Joko.

Ia pun berharap, layanan Covid-19 MCS bisa terus berlanjut. Selain membantu para penerima sembuh dari penyakitnya, layanan MCS juga turut mengurangi angka pengangguran.[]