Cerita Lonah ketika Banjir Menerjang Tangerang

Rumah Lonah dan Musa terendam banjir pada Januari lalu. Keduanya terharu ketika mendapatkan bantuan dari Humanity Food Truck karena merasa ada yang peduli setelah banjir menggenangi rumah mereka.

Lonah dan suaminya, Musa, di depan teras rumah mereka. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, TANGERANG – Lonah (85) menenteng dua kotak makanan siap saji dari Humanity Food Truck. Kami kemudian mengikuti Lonah untuk berkunjung ke rumahnya yang terletak persis di ujung jalan, bersebelahan dengan sawah.

“Satu lagi (paket makanan) untuk bapak (suami Lonah), yang sudah tidak bisa berjalan. Sudah gempor dia,” kata Lonah pada Kamis (13/2) lalu.

Musa (85), suami Lonah, sedang duduk di teras ketika kami tiba. Lonah kemudian memberikan paket makanan itu kepada suaminya dan mengatakan bahwa ia bersyukur dengan bantuan dari Humanity Food Truck, buah kolaborasi kemanusiaan antara ACT dan Mahaka Radio Integra (MARI), karena sudah peduli padanya. Terutama setelah bencana banjir pada awal tahun 2020 lalu. Rumah Lonah di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, adalah salah satu yang terendam.

“Air sampai masuk ke rumah mungkin karena rumah saya rendah. Karena ada tetangga-tetangga yang terasnya agak tinggi tidak sampai masuk air ke dalam. Airnya sampai ke kamar, emak sampai tidur di balai kecil,” cerita Lonah berkaca-kaca.


Lonah menerima bantuan paket makanan dari Humanity Food Truck. (ACTNews/Reza Mardhani)

Sementara kondisi banjir cukup berbahaya untuk suami Lonah yang sudah tidak sanggup berjalan. Ia dipapah untuk kemudian dievakuasi menggunakan perahu karet yang lewat di depan rumahnya.

“Itu kejadiannya malam-malam (dini hari), masih mending kalau siang. Dibawa ke sana (pengungsian), ketika sampai sudah banyak ternyata orang-orang yang berkumpul. Kira-kira mengungsi seharian sampai surut,” cerita Musa.

Sejatinya Lonah dan Musa tidak hanya tinggal berdua, tapi juga ditemani oleh lima anak mereka yang tinggal di lingkungan yang sama. Semua anak mereka kini telah berkeluarga dan terus menjaga orang tuanya. Namun terkadang, Lonah dan suaminya gampang terharu atas kepedulian orang lain.


“Kalau yang menjaga emak sama bapak sebenarnya kami, anak-anaknya berlima yang tinggal di sekitar sini. Cuma mungkin emak terharu karena ada yang perhatian sama dia memberikan bantuan seperti ini,” kata salah satu anak Lonah yang tinggal di dekatnya.

Banjir memang cukup besar melanda Desa Kohod akibat hujan semalaman di awal tahun. Air bahkan mencapai paha orang dewasa. Beruntung karena desa mereka dekat dengan laut, sehingga air surut dengan cepat. Lia, salah satu ketua RT setempat, bersyukur warga mendapatkan makanan siap santapgratis pada hari itu.

“Alhamdulillah, senang (dengan pendistribusian makanan). Namanya juga orang-orang peduli dengan warga saya. Selama banjir kita juga minim bantuan. Jadi banyak-banyak terima kasih sekali kepada Global Zakat – ACT dan para dermawan,” jelas Lia. []