Cerita Muinah Hanya Bisa Makan Daging Setahun Dua Kali

“Boro-boro (makan daging), buat makan saja saya dapat bantuan dari RT. Makan daging itu setahun dua kali, hari raya Idulfitri sama Iduladha, itu juga kalau ada yang kasih daging kurban,” kata Muinah warga Petamburan.

muinah warga petamburan
Muinah usai menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews/M. Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA PUSAT – Bagi sebagian kelompok masyarakat, kehadiran hari raya Iduladha sangat mereka nantikan. Di hari itu mereka bisa menikmati daging sapi atau kambing secara cuma-cuma, tak seperti hari biasa. Keterbatasan ekonomi membuat mereka tak mampu membeli daging karena harganya yang tidak terjangkau.

“Boro-boro (makan daging), buat makan saja saya dapat bantuan dari RT. Makan daging itu setahun dua kali, hari raya Idulfitri sama Iduladha, itu juga kalau ada yang kasih daging kurban,” kata  Muinah (82), warga RT 07, RW 03, Kelurahan Petamburan usai menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT, Rabu (21/7/2021). 

Begitulah ungkapan Muinah saat ditemui tim ACTNews. Di usianya yang sudah berkepala delapan, Muinah sudah tidak bisa melakukan banyak aktivitas fisik dan hanya diam di rumah. Untuk makan sehari-hari, ia mengandalkan pemberian dari RT atau anak-anaknya. 

Di masa pandemi, ketiga anaknya dirumahkan dan beralih profesi menjadi pengemudi ojek daring. Namun, penghasilannya pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga penghasilan dari ngojek hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya masing-masing. 

“Anak saya sudah enggak kerja, dirumahkan. Sekarang jadi ojek online tapi ya dapatnya enggak tentu, cukup untuk keluarganya. Saya makan sekarang dikasih RT alhamdulillah, dan kadang ada saja tetangga yang kasih. Makannya apa saja, tempe, tahu, mewahnya telor, kadang sama kecap,” ujarnya. 

Muhammad Syahrul Ketua RT 07, RW 03 Kelurahan Petamburan mengungkapkan banyaknya lansia di wilayahnya yang hidup berharap dari bantuan. Terlebih di masa pandemi ini keluarga dan anak-anak para lansia yang bekerja di sektor non formal juga terdampak buruk, sehingga tidak bisa membantu kebutuhan orang tuanya. 

“Hadirnya kurban dari Global Qurban-ACT bagi masyarakat di lingkungan saya sangat membantu meringankan beban mereka. Bahkan membahagiakan mereka yang hanya bisa makan daging setahun sekali atau dua kali. Saya atas nama warga mengucapkan banyak terima kasih,” jelas Syahrul. []