Cerita Pengusaha di Sidoarjo Berwakaf untuk Kedaulatan Pangan

Lagi, Silvian dan Dicky, pasangan suami istri yang menjalankan usaha di Sidoarjo, menyisihkan hartanya untuk berwakaf. Kali ini, wakaf uang yang disalurkan untuk mendukung program Wakaf Sawah Produktif yang memiliki cita-cita besar menghadirkan kedaulatan pangan.

Silvian dan Dicky, pasangan suami istri asal Sidoarjo saat hadir di acara WBF Surabaya akhir Desember lalu. Mereka berdua juga tercatat sebagai salah satu pewakif Global Wakaf yang mendukung program kedaulatan pangan. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, SURABAYA – Dengan yakin, Silvian Puspitarini mengangkat tangannya dalam acara Waqf Business Forum yang digelar di Hotel Santika Premier Gubeng, Surabaya pada akhir Desember 2020 lalu. Istri dari Dicky Fanani, seorang pengusaha di Sidoarjo ini, mengatakan ingin berwakaf untuk mendukung program Wakaf Sawah Produktif yang Global Wakaf-ACT sedang jalankan untuk mencapai kedaulatan pangan. Tak ada keraguan sedikit pun, suaminya juga mendukung penuh langkah Silvian.

Selepas acara, ketika ditanya alasannya ikut berwakaf dan menyalurkan melalui Global Wakaf-ACT, Silvian hanya berkata bahwa ia ingin apa pun yang sedang ia lakukan bisa lancar dengan menyisihkan sebagian hartanya di jalan ibadah. Ternyata, ini bukan pertama kali saja Silvian dan Dicky berwakaf melalui Global Wakaf. Sebelumnya dan hingga kini, ia mewakafkan sebagian saham usahanya atas nama CV Optima Indonesia.

“Kenal ACT sudah lama, saya agak lupa tepatnya tahun berapa, pokoknya waktu ada program kurban Global Qurban. Sejak itu, percaya kalau ACT, termasuk Global Wakaf, mengelola dana masyarakat secara baik dan profesional, termasuk program produktifnya seperti wakaf ini,” ungkap Silvian sambil didampingi suaminya saat diwawancarai ACTNews pada Ahad (27/12/2020) lalu.

Bagi Silvian dan Dicky, mewakafkan sebagian harta bukanlah hal yang memberatkan. Bahkan, mewakafkan 100 persen perusahaannya menjadi mimpi besar mereka berdua. Namun, untuk saat ini, mendukung program produktif dari Global Wakaf seakan jadi langkah besar.

Wakaf produktif

Wakaf uang yang Silvian dan Dicky salurkan melalui Global Wakaf pada Desember lalu bakal diperuntukkan pembiayaan lahan sawah seluas 1 hektare dari program Wakaf Sawah Produktif. Nantinya, sawah tersebut akan ditanami dengan bibit unggul hasil pengembangan ahli pertanian, biaya pupuk dan perawatan hingga panen. Hasil padi tersebut bakal mendukung program kemanusiaan yang ACT jalankan untuk masyarakat dan beras yang diberi nama Beras Wakaf tersebut akan didistribusikan secara gratis.

Sri Eddy Kuncoro dari tim Global Wakaf-ACT mengatakan, program Wakaf Sawah Produktif untuk tahap pertama ini akan menanami 500 hektare sawah dengan bibit unggul. Saat ini salah satu lokasi sawah berada di Desa Jiyu, Mojokerto yang satu hari sebelum Waqf Business Forum digelar sudah dilakukan tanam raya.

“Sawah-sawah serupa akan kami hadirkan di berbagai wilayah di Indonesia. Menggunakan potensi wakaf yang besar, harapan besar juga seiring untuk menciptakan kedaulatan pangan,” ungkap Eddy.[]