Citra Tak Menyerah Meski Kondisi Terus Berubah

Pandemi membuat keluarga Citra mengandalkan berbagai cara untuk bertahan hidup. Citra mencari nafkah dengan terus membuka warung cemilan kecil yang telah ia jalankan selama 10 tahun. Sementara suami Citra harus beralih profesi dari pegawai tempat wisata menjadi anak buah kapal.

Citra menjaga warung cemilannya pada Jumat (9/10). (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Citra (29) kini bergantung kepada usaha warung cemilan yang ia buka di depan rumah sejak 10 tahun lalu. Orang-orang bisa duduk di bangku memanjang, memesan kentang goreng dengan telur, atau sekadar duduk menyantap gorengan hangat di depan warungnya yang berada di sekitar Dermaga Kali Adem, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

“Sekarang jadi agak sepi. Dulu kalau lagi ramai dapat Rp 200 ribu satu hari, sekarang Rp 100 ribu. Kadang juga enggak sampai segitu. Sulit untuk mencukupi kebutuhan. Kalau di sini air kan beli, buat isi listrik juga,” cerita Citra pada Jumat (9/10) lalu.

Pendapatan keluarga citra makin berkurang semenjak suaminya diberhentikan dari pekerjaannya di sebuah tempat wisata yang tutup sementara. Suami Citra pun kini menjadi Anak Buah Kapal (ABK) di sebuah kapal pencari ikan lokal.

“Dari bulan enam (Juni) ke lautnya. Tadinya sempat jadi buruh bangunan ngangkutin puing rumah sebelum jadi ABK. Beda banget rasanya. Biasanya setiap minggu ada pemasukan, sekarang kan harus tunggu tiga bulan baru ngasih. Jadi kita buat sehari-harinya ya, dari berjualan,” jelas Citra. Usaha itu juga yang kini ia andalkan untuk menghidupi keluarga.