Covid-19 dan Kelaparan yang Makin Mengancam Warga Yaman

Konflik masih mendera Yaman. Bencana alam dan pandemi Covid-19 yang terjadi di kuartal pertama 2020 ini di Yaman membuat warganya makin rentan akan kelaparan.

Covid-19 dan Kelaparan yang Makin Mengancam Warga Yaman' photo
Antusias masyarakat di Kota Sana'a saat mengantre untuk menerima paket pangan. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Sejak 2014 silam, peperangan dan perebutan kekuasaan terjadi di Yaman dan menyebabkan krisis kemanusiaan. Terlebih pandemi Covid-19 turut mengancam kesehatan warga Yaman. 

Yaman melaporkan kasus Covid-19 pertamanya pada awal bulan April. Sejumlah lembaga kemanusiaan memperingatkan, pandemi tersebut dapat menyebar dengan cepat dan membuat negara kewalahan, mengingat lemahnya sistem kesehatan di sana.

Meluasnya wabah Covid-19 membuat fokus pemerintah Yaman dalam menangani berbagai permasalahan terbagi. Masalah demi masalah terus bermunculan dan belum menemukan solusi. Akibatnya, pemerintah Yaman memutuskan untuk menutupi proses penanganan kasus Covid-19.

“Kepanikan masyarakat di Kota Sana’a karena otoritas pemerintahan menutupi kasus Covid-19 dan tidak memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Itu membuat kepanikan terjadi di masyarakat Yaman. Akibatnya, banyak masyarakat  terlantar,” ungkap Said.

Pada 22 April lalu, laman BBC mendaulat Yaman sebagai satu dari lima negara yang sangat rentan dilanda kelaparan akut pada 2020 ini. Hal ini mengingat konflik berkepanjangan, bencana alam, dan pandemi yang terjadi di awal kuartal pertama 2020 menggerogoti sendi-sendi kehidupan Yaman secara bersamaan. Akibatnya, makin banyak penduduk Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan, utamanya pangan. 

"Semakin lamanya konflik, semakin banyak warga yang rentan (kelaparan). Pada 2016 kami membantu sekitar tiga atau empat juta jiwa. Saat ini angka tersebut melonjak menjadi 12 juta jiwa," ungkap Arif Husain selaku Kepala Ekonom dan Direktur Penelitian Divisi Asesmen dan Monitoring WFP, dilansir dari BBC.

Jumat (1/4), Aksi Cepat Tanggap hadir di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat Yaman di Kota Sana’a, dengan mendistribusikan puluhan paket pangan. Bantuan ini diberikan kepada masyarakat prasejahtera.

“Paket pangan ini diperuntukkan kepada masyarakat di Kota Sana’a, khususnya para keluarga tak mampu yang terdiri dari ibu dan anak-anak yang hidup mandiri. Sebanyak 83 kepala keluarga menerima bantuan ini,” ucap Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Responses (GHR) – ACT.

Selain itu, bantuan paket pangan yang diberikan saat Ramadan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka di tengah kondisi yang semakin terbatas. "Tidak hanya Ramadan ini, sebelumnya bantuan pangan juga senantiasa diberikan mengingat Yaman memiliki angka kelaparan dan gizi buruk yang tinggi. Insyaallah, bantuan pangan akan terus diberikan untuk mereka, terlebih lagi saat ini pandemi," pungkas Said.[]




Bagikan