Covid-19 Membuat Penghasilan Pedagang Kecil di Tanah Abang Turun Drastis

Pandemi Covid-19 membuat penghasilan pedagang yang menggantungkan perekonomiannya di Pasar Tanah Abang berkurang drastis. Mereka pun sulit memenuhi kebutuhan hidup.

Sri Mulyani melayani pembeli di warungnya yang ada di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Sri Mulyani adalah salah satu orang yang khawatir pembatasan skala besar DKI Jakarta akan kembali berdampak pada usahanya. Kegundahan itu bukan tanpa alasan. Pedagang lauk-pauk matang di sekitar Pasar Tanah Abang itu pada PSBB Jilid 1 itu mengalami penurunan pendapatan.

Warung nasi milik Sri Mulyani biasanya mampu mendapatkan omzet hingga Rp 800 ribu per hari. Namun, saat terjadi PSBB pertama, pendapatannya jatuh hingga Rp 300-350 ribu saja per hari.

“Pendapatan turun drastis. Uang yang didapat setiap harinya kadang enggak cukup buat modal jualan lagi,” ungkap Sri saat ACTNews temui di Blok B Tanah Abang, Sabtu (19/9).

Turunnya pendapatan ini, tutur Sri, karena ada aturan berkegiatan di luar rumah selama PSBB berlangsung. Di pembatasan jilid pertama lalu, pengunjung Pasar Tanah Abang pun tidak ada. Padahal, pengunjung pasar adalah target utama pembeli hidangan milik Sri. Warga di sekitar tempat Sri berjualan yang juga biasa membeli dagangannya pun tidak berani keluar rumah karena takut tertular virus Corona baru.

Selain Sri, penurunan pendapatan sejak pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial turut dirasakan Fitriyah. Pedagang pakaian skala kecil di Pasar Tanah Abang itu pernah terpaksa menutup lapaknya karena tidak mendapat pemasukan sama sekali. “Jualan online juga enggak banyak hasilnya. Paling sehari cuma dua potong baju. Kadang malah enggak ada yang beli sama sekali,” aku Fitriyah.

Hingga kini, Fitriyah masih menunggak membayar sewa kontrakan selama tiga bulan. Di samping itu, berbagai kebutuhan meningkat, salah satunya adalah membeli kuota internet guna mendukung anak-anaknya belajar dari rumah.

“Semoga keadaan kayak gini (pandemi) cepat selesai, biar kita semua hidup normal lagi,” harap Fitriyah saat diwawancarai ACTNews di Masjid Fatahillah yang ada di lantai paling atas Blok B Pasar Tanah Abang, Sabtu (21/9).

Pada Sabtu itu, pertemuan ACTNews dengan Sri dan Fitriyah dalam rangka peluncuran Lumbung Sedekah Pangan di Masjid Fatahillah dari Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Kepala Cabang ACT Jakarta Pusat Rimanda Putra mengatakan, melalui rak sedekah pangan di Masjid Fatahillah, masyarakat prasejahtera di kawasan Tanah Abang dapat memanfaatkan bantuan pangan yang bisa diambil secara cuma-cuma.

“Rak sedekah pangan ini merupakan satu dari banyaknya langkah ACT menggerakan kepedulian masyarakat untuk membantu sesama di masa sulit seperti sekarang. Semua orang pun bisa berperan aktif membantu orang lain. ACT pun menghadirkan laman Indonesia Dermawan untuk memudahkan masyarakat menyalurkan kedermawanannya yang nantinya akan kami implementasinya untuk berbagai program kemanusiaan,” pungkas Rimanda.[]