Covid-19 Mewabah di Negara yang Sedang Dirundung Konflik

Bertahun-tahun merasakan konflik kemanusiaan, saat ini penduduk di negara yang sedang dirundung konflik, seperti Palestina dan Suriah, harus merasakan tambahan duka di masa pandemi.

Covid-19 Mewabah di Negara yang Sedang Dirundung Konflik' photo
Sekat plastik dan warga yang menggunakan masker saat membeli roti di Gaza. Sejak wabah Covid-19 mewabah di sana, berbagai masalah pun tambah bermunculan, salah satunya harga roti yang semakin mahal seiring dengan blokade Israel yang masih terus berlangsung. (Aljazeera/Ashraf Amra)

ACTNews, PALESTINA, SURIAH, LEBANON  Palestina dan Suriah merupakan beberapa negera di Timur Tengah yang hingga kini masih dirundung duka. Konflik kemanusiaan yang terjadi di sana membawa dampak buruk bagi masyarakat sipil. Kontak senjata merugikan penduduk Negeri Syam sejak beberapa tahun lalu. Di tahun 2020 ini, ujian mereka seakan bertambah dengan hadirnya pandemi Covid-19 yang mengancam kesehatan mereka.

Dikutip dari Al Jazeera, Suriah telah melaporkan temuan kasus Covid-19 pertamanya pada Maret lalu. Hingga kini, tercatat ada 2.500 kasus corona yang terindentivikasi. Sebanyak 98 di antaranya berujung pada kematian. Jumlah kasus yang telah mencapai ribuan itu sangat mengkhawatirkan mengingat fasilitas kesehatan yang tersedia di negara yang sedang dirundung konflik itu belum memadai, bahkan di negara yang sedang tak dihantam konflik pun tak sepenuhnya bisa menghalau datangnya pandemi.

Di samping Suriah, Palestina yang hingga kini terjajah Israel pun telah melaporkan kasus positif Covid-19 yang sangat mengkhawatirkan. Isolasi wilayah mulai diberlakukan setelah terdapat ratusan kasus positif hingga ada yang meninggal dunia. Kondisi di Palestina pun semakin membuat miris perasaan. Setelah bertahun-tahun lamanya mereka diisolasi aksesnya oleh Israel, saat ini terpaksa diisolasi juga oleh pandemi.

Di tengah pandemi yang sedang mewabah, Israel pun tak gentar mengirimkan serangan senjata ke wilayah Palestina. Kabar buruknya lagi ialah pembatasan pengiriman bahan bakar untuk keperluan pembangkit listik. Akibatnya, dua juta penduduk Palestina saat ini lebih sering dikepung kegelapan di malam hari.

Selain Suriah dan Palestina, duka di tengah pandemi juga datang di Lebanon. Negara yang menampung pengungsi dari negara-negara tetangganya yang sedang berkonflik, seperti Suriah, beberapa waktu lalu dilanda bencana. Ledakan besar dari bahan kimia yang ditimbun bertahun-tahun lamanya meledak dan menghancurkan bangunan hingga memakan korban jiwa.

Bantuan masyarakat Indonesia

Duka yang berkepanjangan di Suriah dan Palestina pun direspons masyarakat Indonesia dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan, salah satunya melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT). Secara reguler, berbagai bantuan kemanusiaan untuk dua negara yang sedang dirundung konflik kemanusiaan itu pun telah berlangsung sejak pandemi Covid-19 berlangsung. Hingga kini, kala corona mewabah, bantuan terus hadir di sana.

Begitu pula di Lebanon. Melalui ACT, masyarakat Indonesia mengirimkan berton-ton paket pangan bagi warga terdampak ledakan. “Semua bantuan yang tersalurkan merupakan hasil dari kedermawanan masyarakat Indonesia. Insyaallah bantuan ini akan terus ditambah karena musibah demi musibah masih dialami warga terdampak konflik, khususnya warga Palestina dan Suriah. Apalagi saat ini sedang meningkatnya kasus positif Covid-19 dan mereka sangat membutuhkan bantuan kita,” jelas Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response - ACT, Ahad (30/8).[]


Bagikan