Cuaca Jadi Kendala Evakuasi Longsor di Sumedang

Cuaca yang kurang mendukung menjadi salah satu kendala dalam evakuasi musibah longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang. Evakuasi kerap dilakukan dari pagi sampai siang dikarenakan hujan lebat sering turun di siang sampai sore hari. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan mengingat kondisi tanah yang labil.

Apel sebelum pencarian korban pada Ahad (10/1/2021) siang kemarin. (ACTNews)

ACTNews, SUMEDANG – Evakuasi musibah longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, masih terus berlanjut. Proses evakuasi sendiri terkendala cuaca buruk sehingga beberapa kali tim harus menghentikan pencarian.

“Sampai saat ini belum beres, karena cuaca setiap hari, siang sampai sore kurang mendukung. Sehingga, kita hanya pagi sampai siang saja biasanya. Seperti hari ini pukul 12:55 WIB, kita balik kanan karena cuaca kurang mendukung serta kontur tanah labil. Kalau malam cerah dan penerangan lumayan mendukung, kita lanjut,” jelas Sekretaris MRI Bandung Husen Nurochman Rahmat pada Senin (11/1/2021) ini.

Kehati-hatian ini semakin diterapkan setelah longsor susulan pada Sabtu (9/1/2021) petang. Beberapa anggota SAR bahkan ikut menjadi korban akibat longsor tersebut. Hingga kini, 900 personel dikerahkan untuk mencari 27 korban yang masih dinyatakan hilang.

“Diperkirakan masih ada puluhan korban yang tertimbun dan sampai sekarang masih kita usahakan, mudah-mudahan segera ditemukan. Sementara korban yang lainnya sekarang mengungsi di rumah-rumah saudara mereka. Sehingga untuk saat ini, fokus kita memang kedaruratan di SAR,” kata Husen.

Tanah longsor di wilayah Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, terjadi dua kali yakni, pukul pukul 16.00, lalu kembali terjadi pukul 19.30 WIB. BPBD melaporkan, longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sumedang melaporkan 18 orang korban luka dan 11 orang meninggal dunia hingga Ahad (10/1/2021). []