Curah Hujan Rendah, Jutaan Warga Suriah Alami Krisis Air

Kekeringan parah membuat sungai dan bendungan di Suriah mengering. Lima juta warganya pun dilanda krisis air. Mereka kesulitan mengairi lahan pertanian dan memenuhi kebutuhan air ternak. Kasus diare pun meningkat karena banyak warga yang terpaksa meminum air kotor.

krisis air suriah
Ilustrasi. Akibat curah hujan yang rendah dan naiknya suhu, jutaan warga Suriah dilanda krisis air. (ACTNews)

ACTNews, SURIAH – Curah hujan yang rendah dan suhu tinggi akibat perubahan iklim, membuat Suriah dilanda kekeringan parah. Tahun ini bahkan menjadi masa kekeringan terparah dalam 70 tahun terakhir. Krisis air pun tidak bisa dihindari. Berdasarkan laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan, ada lebih dari lima juta warga Suriah terdampak. Mereka sulit mendapatkan akses air minum dan pengairan untuk lahan pertanian mereka. Ratusan kilometer persegi lahan pertanian terancam mengalami kekeringan total pada 2021.

Bahkan, dampak kekeringan ini menyebabkan dua bendungan di Suriah Utara dilaporkan akan segera ditutup. Padahal, bendungan tersebut merupakan penyedia listrik bagi lebih dari tiga juta warga Suriah. Kekeringan juga membuat sungai-sungai yang mengalir di Suriah mengering.  Selama ini, mayoritas warga Suriah mengandalkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. 

Sejak penurunan ketinggian air sungai, banyak warga Suriah di beberapa daerah, termasuk Hassakeh, Aleppo, Raqqa dan Deir Az Zor, telah mengalami peningkatan wabah penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare. Hal ini disebabkan karena mereka terpaksa mengonsumsi air kotor.

Di Al Sebat, 30 kilometer dari Hassakeh, puluhan penduduk desa pergi ke daerah lain karena kekeringan. “Sungguh menyebalkan, kondisi saat ini memaksa kami untuk meninggalkan daerah pedesaan, serta meninggalkan rumah kami," kata Abdallah, tokoh masyarakat dari Al Sebat.

Menurut Abdallah, tahun ini ia menyaksikan gelombang kekeringan hebat. Tanah tempat tinggalnya tidak menghasilkan tanaman apa pun dan ia tidak memiliki sumber air minum, baik untuk manusia maupun untuk hewan ternak.

Untuk diketahui, Suriah menempati urutan ketujuh pada indeks risiko global dari 191 negara yang paling berisiko terhadap bencana kemanusiaan atau alam. Sebagian besar disebabkan karena krisis yang sedang berlangsung.[]