Dagangan Laris Dalam Semalam, Turiyah: Rasanya Kayak Mimpi

Akibat PPKM, dagangan sate taichan Turiyah kini mengalami penurunan penjualan. Kadang satenya hanya laku beberapa porsi sampai-sampai ia sering berdagang hingga lewat tengah malam.

borong dagangan pedagang
Turiyah setiap harinya berdagang di belakang wilayah Lapangan tembak, Senayan, Jakarta Pusat. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA PUSAT – Turiyah tersenyum sembari membungkus sate. Ia bisa pulang lebih awal malam itu, sebab dagangannya habis diborong oleh Global Zakat-ACT Jakarta Pusat dan ZIS Rohis Lintas Arta. Sebab itu, ia tak perlu lebih lama lagi merasakan dinginnya malam ibu kota yang lengang di masa pemberlakuan PPKM.

Usai membungkus sate taichan yang diborong, Tim ACT menambahkan lagi beberapa lembar pecahan Rp50 ribu sebagai tambahan modal. Turiyah semakin terharu, memeluk pundak salah seorang anggota Tim ACT yang membeli dagangannya.

“Rasanya kayak mimpi, mbak,” tangis ibu tunggal dari lima orang anak itu, mensyukuri rezeki yang datang lewat pelanggan pertamanya pada Kamis (12/8/2021) malam itu.

Turiyah merupakan salah satu pedagang yang berbaris di wilayah belakang Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta Pusat. Sate Taichan Mak Iyah nama usahanya. Sempat usaha Turiyah terkena musibah, sebab plang yang telah ia buat agar gerobaknya terlihat di pinggir jalan gelap, digondol maling.


Serah terima bantuan modal kepada Turiyah. (ACTNews)

Akhirnya ia menggunakan plang seadanya sebagai penanda usaha. “Plang saya hilang. Ini saja pinjam tapi sudah rusak. Pelanggan saya jadi jarang yang mampir karena warung saya nggak kelihatan,” cerita Turiyah.

Di sepanjang area tersebut, Turiyah juga satu-satunya pedagang yang harus membayar sewa tempat. ”Saya juga di sini harus bayar sewa mbak, Rp900 ribu per bulan. Kalau yang lain enggak bayar, karena mereka memang sudah sejak awal jualan di sini. Kalau saya kan baru-baru sekarang ini, karena diajak temen yang kasihan liat hidup saya yang susah,” ungkap Turiyah.

Diakuinya, peraturan yang tengah diberlakukan, membatasi gerak Turiyah mencari nafkah. Penjualannya sangat menurun, lantaran jarang pelanggan yang lewat. Akhirnya kadang ia berjualan hingga jam satu pagi, dan harus terima sate buatannya hanya laku beberapa porsi. Namun, ia juga menyadari bahwa pemberlakuan peraturan ini demi kepentingan masyarakat.


Turiyah sempat berpikir untuk mencari pinjaman, agar usaha yang ia jalani ini dapat berjalan dan terus memenuhi pemasukan. “Tapi alhamdulillah, Allah kasih jalan,” ujarnya. Melalui sedekah modal usaha yang diiniasi Global Zakat-ACT, Turiyah kini mendapatkan bantuan modal beserta pendampingan usaha agar kelak usahanya terus berkembang.

“Harapan kami bisa membantu para pelaku UMKM yang terdampak di masa pandemi. Insyaallah program ini akan kita terus masifkan, dan para dermawan juga bisa berpartisipasi melalui Indonesia Dermawan atau menitipkan secara langsung melalui ACT Jakarta Pusat di nomor rekening Bank Syariah Indonesia dengan nomor 7148 457 535,” ujar Fuad Mursidi dari Tim Program ACT Jakarta Pusat.

Turiyah beranjak pulang malam itu, sementara makanan yang telah diborong Global Zakat-ACT dibagikan lagi kepada para pekerja lain yang masih berkutat mencari nafkah di malam hari. []