Daging Kurban Bahagiakan Pemulung di TPA Cikundul

Global Qurban-ACT hadir di TPA Cikundul di Sukabumi. Ribuan daging kurban kualitas terbaik, dibagikan untuk para pemulung, warga sekitar, dan pekerja di TPA ini.

kurban act sukabumi
Pemulung di TPA Cikundul Sukabumi menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, SUKABUMI – Global Qurban-ACT berikhtiar untuk menjangkau sebanyak-banyaknya warga prasejahtera sebagai penerima daging kurban kualitas terbaik dari dermawan. Pada hari tasyrik ke dua, kurban hadir di wilayah Sukabumi. Tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul di Kampung Saluyu, Lembur Situ. Ribuan porsi daging didistrbusikan dalam aksi ini.

"Alhamdulillah tim ACT-MRI Kota Sukabumi telah melaksanakan kegiatan pemotongan dan pendistribusian daging kurbab di sekitar TPA Cikundul. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua MUI Kota Sukabumi, Perwakilan Ketua MUI Kecamatan, Koramil Cibeureum, Lurah Cikundul dan pejabat lainnya. Dari pemotongan hingga pendistribusian, semua berjalan lancar," ujar Resdiana Pratama dari tim program ACT Sukabumi, Kamis (22/7/2021).

Resdiana menerangkan, tidak hanya para pemulung yang menjadi target distribusi, namun juga para pekerja, warga sekitar TPA Cikundul, dan masyarakat prasejahtera lainnya yang berada di tujuh kecamatan di Sukabumi. Setidaknya 7500 jiwa merasakan manfaat daging kurban ini. Hampir semua dari mereka jarang sekali bisa makan daging. Sehingga pemberian daging oleh Global Qurban-ACT amat disyukuri oleh mereka.

"Senyum bahagia terlihat jelas di raut wajah para pemulung, warga dan pegawai TPA Cikundul. Mereka mengucapkan terima kasih banyak atas daging kurban yang telah mereka dapatkan. Semoga sahabat dermawan yang berkurban melalui Global Qurban-ACT bisa mendapatkan pahala dari Allah SWT," kata Resdiana .

Lebih lanjut, Resdiana juga mengapresiasi banyaknya relawan yang terlibat dalam aksi ini. Tanpa kenal lelah dan teriknya matahari, puluhan relawan membagikan daging kurban dermawan dari rumah ke rumah. Para relawan dan tim yang bertugas juga tidak mengeluh dengan bau yang dihasilkan dari sampah-sampah di TPA. "Menurut mereka, bau ini adalah bau yang dihasilkan dari sumber rezeki banyak warga di sini. Jika para warga mampu menahannya, maka hal yang sama  juga dilakukan oleh para relawan," pungkas Resdiana . []