Daging Kurban Hangatkan Silaturahmi dengan Pasien MSR

Semenjak pulih dari tumor, Lalu Muhammad Amin masih sering bersilaturahmi dengan MSR-ACT yang pernah mendampingi proses pemulihan kesehatannya. Iduladha lalu, tim MSR-ACT dan Global Qurban bersilaturahmi ke kediaman Amin dan mengantarkan paket daging kurban untuknya.

Daging Kurban Hangatkan Silaturahmi dengan Pasien MSR' photo

ACTNews, LOMBOK - Lalu Muhammad Amin dmasih sering menghubungi tim Mobile Social Rescue (MSR)-ACT yang telah membantunya beberapa bulan silam, hanya untuk sekadar bertukar kabar. Kendati tumor yang ada di rahang Amin sudah diangkat dan sembuh dengan pendampingan tim MSR-ACT, persaudaraan yang terbentuk di antara keduanya selama pengobatan hingga kini terus terjalin.

Pada Iduladha lalu, tim MSR-ACT bersama Global Qurban bersilaturahmi dengan membawa sepaket daging kurban untuk Amin yang tinggal di Desa Sintung, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah. Amin yang baru saja kembali dari kebun singkong, menyambut tim dengan ramah.

“Sekarang aktivitas saya merawat kebun saja. Itu pun masih ringan, belum boleh bekerja berat kata dokter,” kata Amin, Rabu (14/8) silam. Ia terlihat lebih sehat ketimbang beberapa bulan lalu, ketika tumor masih menempel di rahang kanannya.

Ukuran tumor yang tumbuh sebesar bola sepak kala itu, telah diangkat melalui tiga kali operasi pada bulan Januari, Februari, dan April kemarin. Berkat para dermawan yang kala itu ikut membantu melalui Kitabisa.com, aktivitas sehari-hari Amin kini kembali normal. Padahal kala itu tumor yang menutupi mulutnya itu kerap membuat Amin kesakitan.

“Sekarang keadaan saya rasanya sudah baik. Setelah operasi memang sempat bengkak, tapi sekarang juga sudah tidak bengkak dan sakit lagi semenjak saya menjalani pendampingan dari tim MSR-ACT,” kata Amin, menjawab pertanyaan dr. Rita, anggota tim MSR-ACT yang selama ini mendampingi pengobatannya.


Dr. Rita menceritakan, tumor yang diderita Amin kala itu adalah tumor jinak di rahangnya, sehingga ketika dirujuk ke rumah sakit, langsung diambil tindakan untuk mengangkat rahang Amin. “Karena ditakutkan nanti tumornya akan semakin membesar dan merusak jaringan yang ada di wajahnya,” jelas dr. Rita.

Setelah pengangkatan rahang tersebut, Amin rencananya akan memakai rahang baru yang terbuat dari plat untuk membentuk wajahnya menjadi seperti semula lagi. Namun kata dr. Rita, Amin sendiri menolak untuk dipasangi plat. Dr. Rita tidak mempermasalahkan keputusan Amin karena kondisi Amin kini cukup baik.

“Alhamdulillah, dari pasien sendiri sudah mengalami banyak sekali perbaikan. Pasien sudah tidak lagi mengalami keluhan dan kembali beraktivitas seperti biasa. Sekarang kita sedang menunggu proses pengontrolan, di mana pasien akan kembali diperiksa di rumah sakit setiap tiga bulan sekali,” ujar Rita.

Semenjak dioperasi, Amin mengakui kondisinya memang semakin baik, dan ia sendiri juga sangat menjaga kesehatannya. Selain berhenti sementara dari pekerjaannya sebagai buruh tani, ia juga mengikuti anjuran dokter lainnya dengan tidak memakan daging dalam bentuk apapun.

“Terima kasih dagingnya, ini nanti akan saya kasih untuk anak dan istri saya. Saya sekarang ini tidak makan daging apapun. Karena kemarin lihat anak-anak di rumah sakit ada yang penyakitnya sama juga seperti saya, langsung kumat dan drop setelah makan daging. Saya tidak mau seperti itu juga,” kata Amin.

Amin menerima daging tersebut. Dokter mengambil sebuah senter kecil dari kantongnya dan mengarahkannya ke dalam mulut Amin. Dokter Rita memperhatikan dengan saksama kondisi mulut Amin sembari mengatakan bahwa kondisinya saat ini cukup sehat.

“Terima kasih ya, titip salam sajalah saya ke tim ACT NTB yang lain. Kapan mau main ke sini lagi?” ujar Amin menitipkan pesannya. []

Bagikan