Daging Kurban Hilangkan Keputusasaan Warga di Wilayah Rawan Banjir Samarinda

“Rasanya kemarin kami sudah pasrah tidak akan dapat daging, karena memang belum ada yang mampu berkurban apalagi kondisi kita lagi pandemi Covid-19. Tapi Global Qurban-ACT datang dan rasa pasrah itu hilang,” ujar Dani warga penerima daging kurban di Samarinda.

kurban untuk penyintas
Warga Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda bergotong royong mengolah daging kurban saat Iduladha 2020. (ACTNews)

ACTNews, SAMARINDA – Wilayah Samarinda, terutama di tepi bendungan Lempake, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda sering diterjang banjir saat curah hujan tinggi. Di wilayah inilah, kurban dari masyarakat Indonesia yang ditunaikan melalui Global Qurban-ACT 2020 lalu didistribusikan. Warga begitu antusias menyambutnya. 

Antusiasme warga terlihat dari kekompakan saat penyembelihan, pengulitan, pencacahan, dan pendistribusian daging. Semua proses kurban dilakukan secara gotong royong. Warga setempat sempat pasrah tidak bisa menikmati daging kurban.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga RT 31 Kelurahan Lempake yang menerima daging kurban, Dani. Menurutnya akibat pandemi Covid-19, warga tidak ada yang mampu untuk berkurban. Sehingga dirinya pasrah merayakan Iduladha tanpa menikmati daging kurban. 

“Rasanya kemarin kami sudah pasrah tidak akan dapat daging, karena memang belum ada yang mampu berkurban apalagi kondisi kita lagi pandemi Covid-19,” ujar Dani usai menerima daging kurban tahun 2020 silam. 

Budi Cahyanto dari Tim Program ACT Kalimantan Timur mengatakan, geografis wilayah Samarinda sejajar dengan permukaan air Sungai Mahakam. Ini membuat sejumlah wilayah berpeluang banjir karena curah hujan tinggi, terutama wilayah di tepi sungai Mahakam, termasuk desa-desa di pinggir bendungan Lempake. 

Selain warga yang sering terkena banjir, wilayah Lempake dipilih karena kondisi sosial ekonominya. “Kondisi rumah warga dapat dikatakan begitu sederhana, masih berdindingkan kayu atau tripleks. Menjelang Iduladha, belum ada warga yang mampu berkurban karena ekonomi warga terpuruk akibat pandemi, jadi Desa tersebut dipilih jadi tempat distribusi kurban,” katanya, Senin (28/6/2021). 

Menjelang Iduladha tahun ini, Budi mengajak masyarakat untuk berkurban melalui Global Qurban-ACT. Kurban yang ditunaikan selanjutnya akan didistribusikan hingga ke pelosok Indonesia, menyapa warga prasejahtera, dan warga yang tertimpa bencana. []