Daging Kurban Sambung Asa Pengungsi di Baidoa

Iduladha tahun ini, kurban dermawan Indonesia kembali dinikmati pengungsi di Afrika. Kali ini, cerita dari Baidoa mengawali laporan kurban perdana.

Relawan Global Qurban - ACT di Somalia Safia (kiri) membawakan daging kurban untuk salah satu pengungsi internal. (ACTNews)

ACTNews, BAIDOA – Ratusan hewan kurban disembelih Global Qurban – ACT untuk mereka yang terdampak konflik kemanusiaan di Afrika. Ribuan keluarga, baik pengungsi internal atau pun masyarakat prasejahtera menjadi penerima manfaat.

Ahad (2/8), sekitar 40 hewan kurban disembelih untuk pengungsi internal di Baidoa, Somalia. Penyembelihan dilakukan oleh tim Global Qurban – ACT dibantu masyarakat sekitar. Daging kurban dikemas sama banyak untuk tiap-tiap pengungsi.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Qurban - ACT untuk wilayah Afrika melaporkan, Baidoa menjadi salah satu daftar tujuan kurban setiap tahunnya. Hal ini mengingat wilayah tersebut kerap dilanda kekeringan berkepanjangan dan kelaparan akut.

“Pengungsi internal di Somalia amat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk bahan makanan. Mereka pun tidak setiap waktu dapat mengonsumsi daging. Sebab itu, Iduladha kali ini menjadi salah satu ikhtiar kita membahagiakan mereka,” kata Faradiba.

Baidoa adalah ibu kota di wilayah Teluk barat daya Somalia. Baidoa mengalami kerusakan signifikan sejak awal 1990-an setelah dimulainya perang saudara.[]