Daging Kurban sebagai Medium Dakwah

Penyembelihan dan pendistribusian hewan kurban oleh Global Qurban - ACT, tak hanya sebatas meramaikan semarak hari raya saja. Lebih dari itu, daging kurban mempunyai makna dan simbol yang mendalam tentang kepedulian Islam terhadap sesama, seperti dicerminkan warga Rancamaya, Tasikmalaya.

Pendistribusian paket daging kurban di Rancamaya dan sekitarnya oleh tim MRI Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA – Panasnya terik matahari tak menyurutkan warga Kampung Rancamaya, Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya untuk datang ke pelataran Pesantren Nurul Fahmi. Jumat (31/7) lalu, datangnya warga untuk melihat prosesi penyembelihan hewan kurban. Sebuah pemandangan yang jarang warga Rancamaya lihat karena tak tentu tiap tahun ada pemotongan hewan kurban di daerah tersebut.

Hewan kurban yang disembelih berasal dari kurban masyarakat yang disalurkan melalui Global Qurban - ACT. Domba sembelihan itu kemudian menjadi ratusan paket daging yang didistribusikan ke warga Rancamaya dan sekitarnya. M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Global Qurban - ACT Tasikmalaya mengatakan, awalnya, paket daging dari hewan kurban yang disembelih itu hanya untuk warga Rancamaya saja yang jumlahnya puluhan orang. Akan tetapi, masyarakat setempat kemudian menyepakati untuk memperbanyak jumlah paket agar warga lain di kampung tetangga juga bisa menikmati.

“Warga di sini rela untuk berat daging yang didapatkan berkurang karena mereka juga mau warga di kampung sekitarnya juga bisa merasakan,” jelas Fauzi, Jumat (31/7).

Diperbanyaknya jumlah paket daging kurban tersebut karena kampung sekitar Rancamaya dikabarkan tidak ada hewan kurban yang disembelih. Penyembelihan hewan kurban hanya ada di Rancamaya. Itu pun bukan berasal dari warga sekitar, melainkan dari pekurban Global Qurban - ACT. Lemahnya ekonomi dan ditambah pengaruh pandemi Covid-19 membuat warga Kampung Rancamaya dan sekitarnya tak sanggup untuk berkurban.

Maman Murtadhoilah, salah satu tokoh warga Rancamaya, mengatakan, tak adanya warga yang berkurban juga dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman terkait pentingnya berkurban. Fasilitas keagamaan di Rancamaya pun masih minim. “Lewat daging kurban ini juga kita semua berharap dapat menjadi penguat warga Rancamaya untuk tetap teguh dan meningkatkan keimanannya. Walau mungkin tidak setiap tahun hadir kurban di kampung ini,” ungkapnya, Jumat (31/7).

Kampung Rancamaya sendiri sudah tiga tahun terakhir ini selalu mendapatkan kiriman hewan kurban dari Global Qurban - ACT. Ekonomi warga yang masih prasejahtera, potensi alam yang kurang baik, serta fasilitas keislaman yang masih minim menjadi alasan wilayah tersebut masuk dalam jangkauan distribusi Global Qurban - ACT. Sebelumnya, warga Rancamaya merasakan daging kurban pada tahun 1994.

Rancamaya merupakan satu dari sekian banyak target jangkauan distribusi Global Qurban - ACT yang menyasar warga prasejahtera sekaligus medium dakwah. Daging yang pekurban salurkan merupakan bentuk nyata dukungan atas aksi-aksi Global Qurban yang tak sekadar memenuhi dan menghadirkan pangan di momen Iduladha. Lebih dari itu, daging kurban mempunyai makna dan simbol yang mendalam tentang kepedulian Islam terhadap sesama, seperti dicerminkan warga Rancamaya.

"Alhamdulillah, pendistribusian daging kurban di Rancamaya juga menjadi medium dakwah bagi warga setempat. Insyaallah, kebaikan dermawan yang telah menyalurkan hewan kurbannya  untuk melalui Global Qurban membawa keberkahan bagi warga Rancamaya dan tentunya para dermawan," pungkas Fauzi. []