Daging Kurban yang Disyukuri Warga Pedalaman Tasikmalaya

Jalur yang tak mudah untuk sampai ke Kampung Buligir di pedalaman Tasikmalaya tak membuat Global Qurban putus asa. Demi menghadirkan kebahagiaan lewat sajian daging kurban, perjalanan jauh serta waktu cukup lama ditempuh saat tasyrik terakhir 2020.

Anak Kampung Buligir menerima daging kurban di hari tasyrik terakhir 2020. (ACTNews/Sayyidan Fikri)

ACTNews, TASIKMALAYA – Selepas subuh di hari tasyrik terakhir 2020, Senin (3/8), tim Masyarakat Relawan Indonesia dan Global Qurban - ACT Tasikmalaya telah bersiap menempuh perjalanan yang cukup jauh. Wisata bukanlah tujuan perjalanan ini. Melainkan, mereka akan menyampaikan amanah dermawan yang menyalurkan hewan kurbannya melalui Global Qurban. Kampung Buligir yang ada di pedalaman Kabupaten Tasikmalaya adalah tujuannya.

Perkampungan yang hanya dihuni 43 keluarga ini berada di Desa Parentas, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Posisinya yang berada di perbatasan Tasikmalaya dengan Garut dan di lingkungan Gunung Galunggung, membuat Buligir sulit dan cukup jauh diakses dari pusat kota Tasikmalaya. Mobil dan motor yang tim Global Qurban - ACT kendarai tak bisa sampai ke Kampung Buligir. Tak ingin mengambil risiko kecelakaan karena jalur yang tak biasa dilintasi, akhirnya warga di titik terakhir mobil dapat diakses membantu dengan menyediakan kendaraan dengan supir yang telah terbiasa hilir-mudik hingga ke Buligir.

“Dari pusat kota (Tasikmalaya) perjalanan kira-kira dua setengah jam. Kami berangkat dari pagi untuk menghindari kemungkinan cuaca buruk ketika sore saat tim ingin kembali ke kota,” jelas Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya. Jalur ke Buligir yang dibatasi dengan jurang dan tebing serta jalan belum beraspal menjadi tantangan tersendiri.

Pendistribusian daging kurban di Buligir bukan tanpa alasan. Tak setiap tahun warga Buligir menikmati daging kurban. Aep, Ketua RT di Buligir mengatakan, setidaknya dalam 14 tahun terakhir, kampung tersebut hanya empat kali menikmati daging kurban. Pasalnya, ekonomi warga masih prasejahtera. Warga juga masih kurang paham tentang pentingnya berkurban.

“Adanya kurban di Buligir tahun ini (2020) sangat kami syukuri. Ini seakan hadiah di hari raya yang jarang kami dapatkan,” ungkap Aep.

Di Buligir, Global Qurban - ACT berkolaborasi dengan JNE Tasikmalaya menyembelih domba dengan mitranya. Selain dibagikan ke warga setempat, sebagian daging kurban juga diolah untuk dinikmati secara bersama-sama. Hal ini tentunya menjadi aksi yang cukup istimewa, bagi warga Buligir, Global Qurban, JNE Tasikmalaya, serta relawan MRI yang bisa menyambung silaturahmi dengan warga setempat.

Perkampungan yang masuk wilayah Kabupaten Tasimalaya itu merupakan satu dari banyaknya titik pedalaman yang mendapatkan distribusi daging kurban dari Global Qurban - ACT. Daging kurban tersebut merupakan ikhtiar untuk pemenuhan pangan masyarakat, khususnya di kala pandemi seperti sekarang ini.

“Mungkin banyak yang mengira warga di pedalaman tak merasakan dampak pandemi ini. Tapi, yang kami (tim Global Qurban) temui, mereka pun turun merasakan, khususnya ekonomi yang juga ikut melemah,” jelas Kepala Cabang Global Qurban - ACT Tasikmalaya, Taufik Perdana, Senin (3/8).[]