Daging yang Datang Satu Tahun Sekali di Perbukitan Kota Batam

Dengan kondisi perekonomian yang masih prasejahtera, Pondok Pesantren Al-Pancori yang terletak di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam hanya menikmati daging satu tahun sekali. Pada momen kurban tahun 2020 ini, daging tersebut akhirnya datang dari para dermawan melalui Global Qurban - ACT pada Ahad (2/8) lalu.

Warga sekitar dibantu para santri sedang mencacah daging kurban. (ACTNews)

ACTNews, BATAM – Momen Iduladha dirayakan juga oleh Pondok Pesantren Al-Pancori terletak di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam. Diasuh oleh Ustaz Rusden Umar, Pondok Pesantren Al Pancori yang terletak di atas perbukitan, dikelilingi oleh pemukiman warga yang rata-rata bekerja sebagai buruh pabrik batu bata.

“(Masyarakat) RW di sini mata pencahariannya sebagai buruh batu bata, juga ada yang bekerja di luar kampung. Namun sejak pandemi mereka banyak yang dirumahkan,” ungkap Ustaz Rusden pada Ahad (2/8) lalu.

Dengan kondisi sekitar yang demikian, daging menjadi santapan setahun sekali yang dapat mereka rasakan. Tahun ini, daging-daging kurban datang dari para dermawan yang mengamanahkan hewan kurbannya melalui Global Qurban – ACT untuk Pondok Pesantren Al-Pancori dan masyarakat setempat.

“Masyarakat di sini bukan masyarakat yang berkecukupan, bisa dibilang minus. Bisa mencicipi daging begini hanya satu tahun sekali. Kami bersyukur Global Qurban – ACT dengan programnya bisa mengadakan kurban di sini, jadi masyarakat di sini bisa merasakan daging kembali,” tambah Ustaz Rusden.


Salah satu masjid yang berada di sekitar Kelurahan Mangsang. (ACTNews)

Nofran Reko dari Tim Program Global Qurban - ACT Kepulauan Riau mengatakan, Pondok Pesantren Al Pancori menjadi perhatian sejak lama. Oleh karenanya, kurban pada tahun ini didistribusikan untuk santri-santri dan masyarakat sekitarnya.

“Pondok Pesantren Al Pancori menjadi perhatian kita sejak lama. Kurban kali ini kita bawa kesini harapannya bisa bermanfaat untuk para santri dan masyarakat sekitar pondok pesantren ini,” ungkap Nofran.


Nofran berharap, daging-daging ini dapat membawa manfaat baik bagi si penerimanya, maupun untuk para dermawan yang telah mengamanahkannya. “Kita berharap kebermanfaatan kurban dapat dirasakan tiap segmen masyarakat dan menambah keberkahan dari ibadah yang paling dicintai Allah. Semoga momen kebersamaan ini dapat terus berlanjut dan kita mengharapkan terus dari para dermawan untuk merajutnya,” pungkas Nofran.

Kenikmatan santapan olahan daging pun kini bisa dirasakan anak asuh di Pondok Pesantren Al Pancori dan juga warga sekitar. Dendeng, tongseng, satai, gulai daging jadi olahan santapan yang berbeda bagi masyarakat. Masyarakat mengolahnya bersama keluarga masing-masing, dan untuk santri dimakan bersama teman-teman satu perjuangan di pondok pesantren. []