Dakwah di Tepian Negeri jadi Suatu Kebahagiaan Bagi Syafrijal dan Syawal

Teungku Safrijal Muslem dan Teungku Syawal ikhlas mengabdi menjadi guru mengaji di Pulau Telaga Tujuh, Kota Langsa. Bagi mereka, mengajar adalah kebahagiaan dan pengabdian yang bayarannya bukan materi.

bantuan untuk dai act
Penyerahan bantuan untuk dai di Telaga Tujuh, Langsa. (ACTNews)

ACTNews, LANGSA Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Telaga Tujuh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Selasa (26/10/2021), terasa lebih spesial bagi Teungku Safrijal Muslem dan Teungku Syawal. Di saat yang bersamaan, dua guru yang sudah mengabdi sejak 2013 ini mendapat bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. 

Safrijal sehari-hari menjadi guru agama di Telaga Tujuh. Sebagai guru, Safrijal tidak digaji. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,  ia berjualan gorengan bersama sang istri.

"Saat ini mengajar lebih dari 70 santri, di rumah maupun di beberapa balai pengajian yang tersebar di Telaga Tujuh. Untuk saya mengajar adalah kebahagiaan, jadi bayarannya bukan materi," ungkap Safrijal, Selasa (26/10/2021). 

Selain Safrijal, Desa Telaga Tujuh juga memiliki guru mengaji yang lain, yakni Teungku Syawal. Setelah 13 tahun belajar agama di pesantren, Syawal memilih kembali ke Telaga Tujuh pada 2013 untuk menjadi pengajar sekaligus berdakwah.

"Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dapat mengabdi di kampung halaman. Ilmu yang saya dapat di pesantren harus disampaikan, meski hanya satu ayat. Mudah-mudahan ini menjadi kebaikan bagi saya dan masyarakat, khususnya santri," ungkapnya. 

Untuk memenuhi kebutuhan, Syawal bekerja sebagai nelayan. Ini adalah pekerjaan mayoritas masyarakat Desa Telaga Tujuh. "Melaut kadang malam,kadang pagi sampai siang," katanya.

Telaga Tujuh sendiri merupakan рulаu раdаt penduduk dаn merupakan satu ѕаtunуа рulаu berpenghuni di antara pulau lain di sekitarnya. Dеѕа іnі mеmіlіkі luas sekitar 4 hеktаre dan dihuni 700 kераlа keluarga. Pulаu іnі bеrаdа di ujung tіmur Kota Langsa, bеrbаtаѕаn dengan Sеlаt Mаlаkа di sebelah utara. Untuk menuju desa tersebut, dibutuhkan jarak tempuh 8 kilometer dari Kota Langsa menuju pelabuhan, setelahnya menyeberang selama 30 menit untuk tiba di Telaga Tujuh.

Kepala Desa Telaga Tujuh, Irwansyah, menyambut baik adanya bantuan untuk pendakwah di wilayahnya. Baginya, ini merupakan kegiatan positif dan berharap mampu mendukung dai agar sejahtera.

“Semoga kegiatan ini semakin luas lagi, dan banyak dai yang menerima dukungan,” harap Irwansyah.[]