Dakwah Siti Maemunah dari Rumah Sederhana

Di rumah reot dan lapuk, Siti Maemunah terus bersemangat membimbing anak-anak desa belajar membaca Al-Qur’an. Sebagian rumahnya kini terpaksa dirobohkan lantaran kondisinya yang benar-benar memprihatinkan.

siti maemunah
Suasana rumah Siti Maemunah saat sore hari. (ACTNews)

ACTNews, PANDEGLANG – Global Zakat-ACT bersilaturahmi ke kediaman guru ngaji Siti Maemunah di Desa Sukajadi, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Ahad (30/5/2021) lalu. Dalam kesempatan ini, Global Zakat-ACT memberikan bantuan berupa biaya hidup amanah dari para muzaki untuk para dai di pelosok negeri. 

SIti Maemunah merupakan seorang ibu dari sembilan anak. Tiga anak sudah berkeluarga dan enam anaknya kini masih tinggal bersama di rumah berukuran 4x7 meter. Di rumah yang dinding dan lantainya terbuat dari bilik bambu itu juga Siti Maemunah mengajar anak-anak membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini sudah ia lakukan selama 20 tahun.

Bangunan rumah Maemunah yang saat ini masih berdiri merupakan sisa-sisa dari bangunan yang sebelumnya telah roboh. Sebagian bangunan rumah sudah Maemunah robohkan lantaran hampir sudah reot dan hampir ambruk. Hal ini terpaksa ia lakukan karena takut mencelakakan anak-anak yang mengaji.

“Setiap hari usai maghrib anak-anak pada ngaji. Kayu (rumah) sudah lapuk dan reot, takut roboh dan menimpa anak-anak lagi mengaji, jadi saya sama suami memutuskan untuk merobohkannya. Untuk keamanan bersama,” jelasnya, Ahad (30/5/2021).

Hampir seluruh hidup Maemunah ia dedikasikan dalam bidang dakwah. Selain membimbing anak-anak mengaji, ia juga biasa mengisi ceramah di pengajian ibu-ibu. Acara-acara keagamaan lain yang melibatkan ibu-ibu juga ia pimpin.

“Alhamdulillah, ibu-ibu pengajian mempercayai saya sebagai orang yang pimpin pengajian. Tidak ada kegiatan lain yang saya lakukan selain mengajar mengaji anak-anak dan ibu-ibu,” katanya.

Secara ekonomi, Siti Maemunah termasuk golongan prasejahtera. Sang suami bekerja sebagai buruh kebun yang penghasilannya tidak menentu, hanya mengandalkan bayaran dari orang yang ingin menggunakan tenaganya.

Tim Program ACT Banten, Sukma Jayalaksana mengatakan, Maemunah adalah wanita tangguh. Ia tulus mengabdikan hidupnya untuk kegiatan keagamaan di desa. Tak pernah meminta bayaran atau mengharapkannya. Rumah sebagai tempatnya reot pun ia tak pernah sekalipun meminta sumbangan kepada para orang tua wali untuk memperbaikinya.

“Orang-orang tulus berdakwah di jalan Allah. Tak pernah memikirkan hidupnya, murni mengajak dan membimbing anak-anak dan ibu-ibu memahami agama,” katanya, Rabu (2/6/2021).[]