Dalam Sepekan, Bantuan Armada Kemanusiaan ACT Jangkau 36 Ribu Korban Erupsi Semeru

Selama aksi penanggulangan erupsi Gunung Semeru periode 6-11 Desember 2021, armada kemanusiaan ACT telah melakukan belasan aksi dan menjangkau 36.600 jiwa penyintas.

rekap aksi semeru
Relawan menggunakan armada Humanity Water Truck ACT tengah membersihkan jalanan yang tertutup abu vulkanik. (ACTNews)

ACTNews, LUMAJANG – Sejak erupsi Gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021), tim Aksi Cepat Tanggap masih terus membersamai para penyintas. Hingga saat ini, tim dan armada kemanusiaan ACT berupa Humanity Food Bus (HFB), Humanity Water Truck (HWT), dan Humanity Food Truck masih beroperasi.

Koordinator Aksi ACT di Semeru Kusmayadi mengatakan, selama aksi penanggulangan erupsi Gunung Semeru periode 6-11 Desember 2021, armada kemanusiaan ACT telah melakukan belasan aksi dan menjangkau 36.600 jiwa penyintas erupsi Gunung Semeru. Aksi armada kemanusiaan ACT melibatkan 174 relawan. 

“Aksi difokuskan di wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru yakni Kabupaten Lumajang Kecamatan Pronojiwo dan di Malang. Pronojiwo merupakan kecamatan yang paling parah terdampak, bahkan seperti kota mati,” kata Kusmayadi, Senin (13/12/2021).

Kusmayadi melanjutkan, rincian aksi yang dilakukan armada kemanusiaan yaitu, HWT melakukan menjangkau 30.600 jiwa, HFB menjangkau 2.500 jiwa, dan HFT menjangkau 3.500 jiwa. Penerima manfaat merupakan penyintas yang tinggal di pengungsian atau di rumah.

“Selain armada kemanusiaan yang mendistribusikan air dan makanan siap santap, relawan juga membagikan bahan makanan untuk korban terdampak berupa lebih dari 2.200 kilogram ayam beku, 300 pak daging sapi beku, beras wakaf, air minum wakaf, dan gula pasir,” ujar Kusmayadi.[]