Dampak Gempa Bali, 2.303 Rumah Warga Rusak

Ada sekitar 200 KK yang menerima bantuan makanan dan layanan kesehatan. Termasuk kebutuhan mendesak para penyintas, seperti selimut, obat-obatan dan perlengkapan lainnya.

gempa Bali
Tim Tanggap Darurat ACT-MRI menyalurkan bantuan kepada para penyintas gempa Bali. (ACTNews)

ACTNews, BALI — Sebanyak 2.303 rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan magnitudo 4,8 yang mengguncang Bali pada Sabtu (16/10) pukul 03.18 WIB. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari mengatakan ribuan rumah rusak tersebar di dua kabupaten, yaitu Karangasem dan Bangli. Data tersebut merupakan hasil pemutakhiran pada Kamis (21/10/2021) pukul 09.00 WIB.

"BNPB memperoleh informasi bahwa rincian dari kerusakan rumah meliputi rumah rusak berat 597 unit, rusak sedang 156 dan rusak ringan 1.550, sedangkan pada kategori terdampak mencapai 2.320 unit," kata Abdul dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (22/10/2021).

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sampai dengan saat ini masih terus membersamai para penyintas. Tim tanggap darurat ACT bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membangun dapur umum di Lokasi Desa Ban Karangasem.

Adapun untuk memeriksa kesehatan para penyintas gempa, tim ACT juga memberikan layanan kesehatan. “Alhamdulillah kami hadirkan operasi makan gratis untuk para penyintas korban gempa. Kita sajikan makanan lezat dan bergizi untuk memulihkan kondisi tenaga para penyintas, lalu kita hadirkan juga layanan kesehatan,” kata Tim Program ACT Bali Ni’matul Arofah.

Arofah melanjutkan, ada sekitar 200 KK yang menerima bantuan makanan dan layanan kesehatan. Termasuk kebutuhan mendesak para penyintas, seperti selimut, obat-obatan dan perlengkapan lainnya.[]