Dampak Pandemi, Harga Ikan Turun Drastis

Di tengah kondisi pandemi Covid-19, minimnya permintaan pasar membuat harga ikan anjlok.

nelayan sedang menjaring
Nelayan di Pantai Cinangka, Kabupaten Serang, Banten sedang mengangkat jaring. (ACTNews/M. Ubaidillah)

ACTNews, KABUPATEN SERANG  – “Kata siapa nelayan di laut tidak kena (dampak) pandemi Covid-19? Memangnya Covid-19 di darat saja?” Tanya Dikri seorang nelayan Desa Cinangka, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang saat berbincang dengan ACTNews terkait dampak pandemi bagi nelayan, Ahad (22/8/2021). 

Dikri mengungkapkan, meski nelayan bekerja di laut bukan berarti tidak terdampak pandemi Covid-19. Banyak orang mengira karena di laut, maka nelayan bekerja bebas tidak terkena kebijakan pembatasan, sehingga tidak terdampak pandemi Covid-19. Bagi Dikri, orang yang berpandangan seperti ini lupa bahwa ikan hasil tangkapan dibawa ke darat. 

“Mereka lupa kalau nelayan hidup di darat dan ikannya juga dibawa ke darat. Mau dijual di laut? Siapa yang mau beli? Yang beli (ikan) kan orang-orang yang di darat, orang-orang yang kena (dampak) pandemi juga,” kata Dikri, Ahad (22/8/2021).

Dikri menjelaskan, dampak pandemi bagi nelayan adalah harga ikan turun. Karena permintaan dari pabrik yang menjadi pembeli ikan terbesar menurun. Sehingga kita kesulitan mencari pelanggan atau pasar baru. 

“Ikan yang kita tangkap dijual ke pengepul kecil, lalu pengepul kecil dijual lagi ke pengepul besar, nanti pengepul besar ini jualnya ke pabrik-pabrik pengolahan makanan berbahan ikan. Nah pabriknya kena dampak pandemi, pengepul bingung mau jual ke mana lagi. Kalau stok ikan banyak yang beli enggak ada, harga jatuh, nelayan juga yang kena,” ujarnya. 

Kondisi serupa dialami nelayan yang lain. Yani seorang nelayan di Desa Cinangka mengatakan, harga ikan turun hingga 40 persen. Sebagai contoh harga ikan kakap Rp40 ribu per kilogram, akibat pandemi harganya turun menjadi Rp25 ribu per kilo.