Dampak Pandemi, Usaha Sri dan Suami Sepi

Setelah kios mereka di salah satu tempat wisata di Yogyakarta sepi pembeli, Sri Puji Lestari (42) dan suaminya memilih berjualan keliling untuk menutupi penghasilan yang kini turun drastis.

bantuan modal bantul
Sri saat ditemui tim Global Wakaf untuk menyerahkan bantuan modal usaha. (ACTNews)

ACTNews, BANTUL – Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta menjadi tempat Sri Puji Lestari (42) dan suaminya memperoleh rezeki. Pasangan asal Desa Singosaren, Kecamatan Banguntapan, Kota Bantul ini menjajakan oleh-oleh khas Kota Pelajar itu di dua kios yang mereka sewa di kawasan kebun binatang. Penghasilan mereka pun cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari dua kios yang mereka sewa, Sri dan suami bisa mengantongi Rp7 juta per bulan. Uang tersebut cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari serta biaya sekolah anak. Akan tetapi, Covid-19 yang mewabah di Indonesia sejak Maret 2020 lalu, membawa dampak besar di sektor pariwisata tempat Sri menggantungkan rezeki. Seiring dengan ditutupnya tempat hiburan, ekonomi Sri dan keluarga pun mulai tak stabil.

"Kalau ramai kadang sehari dapat Rp100 ribu, kalau sepi kadang enggak dapat penghasilan sama sekali. Pas liburan juga pernah lebih dari Rp100 ribu, tapi dagangnya dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore masih buka," ujar Sri tentang kondisi dagangannya sejak pandemi melanda kepada Tim Global Wakaf-ACT Yogyakarta, Kamis (4/6/2021).


Di tengah menurunnya penghasilan, Sri dan suaminya juga tetap memenuhi kebutuhna empat orang anaknya. Untuk itu, mereka tak lantas pasrah. Sri dan suaminya kini memilih menjajakan dagangan di kios secara berkliling. Sayang, hasilnya pun dirasa kurang, sehingga mereka tengah memutar otak untuk mempertahankan pemasukan yang cukup untuk keluarga.

"Sekarang jualan makanan sama buah. Yang buah, itu bapak yang keliling. Kalau makanan itu sayur, saya titip ke warung-warung makan. Ada sayur lodeh sama oseng-oseng," cerita Sri.

Hingga kini, kendala masih sering saja hadir, salah satunya jika cuaca sedang tak bersahabat, mereka sulit berkeliling. Makanan yang dijual Sri juga sering tak mendapatkan pelanggan. "Kadang kalau hujan itu sepi (pembeli), terus enggak laku. Ya dimakan sendiri," katanya.

Mendampingi ikhtiar Sri untuk kembali bangkit, Global Wakaf-ACT telah menyalurkan bantuan modal usaha lewat program Wakaf Modal UMKM. Sri berharap, dengan adanya bantuan ini bisa meningkatkan kapasitas usahanya.[]