Dapat Bantuan Kasur, Keluarga Arbainah Tak Lagi Tidur di Lantai

Selama ini, keluarga Arbainah terbiasa beristirahat tanpa perlengkapan tidur yang memadai. Belum lagi kondisi rumah mereka yang sudah tua dan butuh renovasi.

ACTNews, BANJAR - Arbainah (44) tak henti tersenyum ketika mendapat bantuan yang dibawa Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel ke rumahnya, Jumat (5/7). Sebuah kasur, bantal, dan karpet baru kini menghiasi rumah sederhana Arbainah. "Alhamdulillah, malam ini tidak tidur di lantai lagi," gumam Arbainah. 

Ahmad Gafuri (60), suami Arbainah yang berada di sampingnya kala itu, juga nampak tersenyum. Keduanya bersyukur sekali karena ada donatur yang telah membantu mereka. "Terima kasih... Terima kasih...," ujar Ahmad Gafuri penuh syukur. 

Pasangan Arbainah dan Ahmad Gafuri merupakan warga Desa Keladan Baru, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Sudah 19 tahun mereka hidup di sana dengan seadanya. Sepetak rumah tanpa dapur. "Hancur rumah karena sudah tua. Suami cuma jualan kayu keliling jadi tidak bisa nabung untuk renovasi," tutur Arbainah. 


Ahmad Gafuri memang bekerja dengan menjual kayu galam. Kayu itu didapat dari sebuah tempat yang mereka sebut pulau. Biasanya memerlukan waktu seharian untuk mengambil kayu tersebut karena Gafuri hanya punya sepeda untuk membawanya. 

Dengan sepeda, Ahmad Gafuri hanya mampu membawa dua ikat kayu galam. Keduanya dihargai Rp 60 ribu. "Kayu diikat di sepeda, terus dituntun sampai ke rumah. Besoknya baru dijaja keliling. Kalau ada yang pesan ya langsung terjual. Tapi, kalau tidak ada pesanan, kadang tidak laku sehari," lanjut Arbainah.

Arbainah dan Ahmad Gafuri selalu bersyukur dengan keadaan apapun. Meski kadang dalam sehari hanya makan nasi tanpa lauk dan sayur. "Kalau ada uang disimpan buat sekolah anak," riak wajah Arbainah seketika ceria kala bercerita soal putri semata wayangnya. "Sekarang sudah di bangku Aliyah di Pesantren Darusalam," ucapnya. 

Ketika ditanya soal harapan, Arbainah tak berani berkata. "Sabar aja dengan keadaan begini," begitu terus ungkapnya. 

Namun, tak berapa lama kemudian, Arbainah menumpahkan keinginannya. "Ingin bangun dinding dan atap dapur. Selama ini, (ruangan) terbuka begini jadi kalau ada angin jadi susah masak. Kalau hujan terpaksa diangkut ke dalam," ujarnya.

ACT Kalsel berikhtiar untuk membantu keluarga Ahmad Gafuri mewujudkan harapan itu. "Insyaallah dalam waktu dekat akan kami renovasi rumah beliau. Semoga semua berjalan dengan lancar," terang Kepala Cabang ACT Kalsel Zainal Arifin. 

Zainal menyebutkan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program Mobile Social Rescue (MSR). "Ini menjadi ikhtiar kami untuk menyelesaikan permasalahan kebutuhan dasar masyarakat yang bersifat darurat untuk dipenuhi," pungkasnya. []